SuaraRiau.id - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Riau, Intsiawati Ayus menanggapi Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Riau yang direncanakan pada Jumat (16/10/2020) besok.
Intsiawati mengatakan prioritas pemerintah dan rakyat saat ini bagaimana pandemi Covid-19 teratasi secepatnya serta masyarakat tetap bisa nyaman di situasi tidak normal.
"Pekerjaan rumah di Riau ini masih banyak lagi, jangan menambah negeri ini semakin riuh," ungkap Intsiawati Ayus seperti yang dilansir Riauonline.co.id-jaringan Suara.com, Kamis (15/10/2020).
Anggota DPD asal Riau mempersilakan berserikat, berkumpul dan berpendapat di ruangan ataupun di luar ruang, di panggung ataupun di balik gunung asal tidak membuat riuh.
Baca Juga: Aktivis KAMI Ditangkap, Fahri Hamzah: Kok Rezim Ini Sama dengan Orba?
Deklarasi KAMI di Riau seharusnya dilakukan di waktu yang tepat.
Namun, kata Tun Sri Rumpun Melayu Bersatu Laskar Hulubalang Melayu Riau (RMB-LHMR) ini, tetap menjunjung tinggi nilai luhur budaya Melayu serta wajib taat pada ketentuan peraturan yang ada di Indonesia.
Ia menjelaskan, kondisi para pemangku daerah di Riau cukup banyak permasalahan menumpuk di depan mata harus diselesaikan.
"Covid-19 sudah menguras energi, waktu ditambah perekonomian di masa pandemi ini. Saya baca di media, sudah banyak kontroversi perdebatan dan pertentangan Deklarasi KAMI. Belum deklarasi, sudah ribut orang dibuatnya," kritik Intsiawati Ayus.
Solusinya, ia mengajak utamakan kemashalatan masyarakat umum dengan tetap konsentrasi memutus mata rantai Covid-19 terlebih dahulu, serta peningkatan pertumbuhan ekonomi rakyat yang terpuruk.
Baca Juga: Fakta-Fakta Kingkin Anida, 1 dari 8 Aktivis KAMI yang Ditangkap Polisi
"Kite semua bagian dari masyarakat Riau. Sayang rasanye dengan kondisi seperti ini ada hal-hal membuat riuh dan tidak nyaman suasana. Imun tubuh kita harus kuat sehingga diperlukan suasana nyaman di Riau," kata perempuan dengan logat kental bahasa Melayu ini.
Berita Terkait
-
Pemilihan Pimpinan DPD Dilaporkan ke KPK, Yorrys Raweyai Tantang Pelapor: Jangan Bicara Saja, Buktikan!
-
DPD RI Minta Kejagung Konsisten Tindak Kasus Korupsi: Kerugian Negaranya Bukan Nilai yang Kecil
-
Diduga Libatkan Petinggi Partai, Mantan Staf Laporkan Dugaan Gratifikasi Pemilihan Pimpinan DPD RI ke KPK
-
Pandji Kritik Saran Ketua DPD soal MBG dari Dana Sita Korupsi: Duit Halal Aja Keracunan, Gimana Haram
-
Harta Kekayaan Sultan Najamudin, Disorot Usai Usulkan Program Makan Bergizi Pakai Dana Zakat
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
Terkini
-
Syamsuar Pesan Jangan Ada 'Dua Matahari' ke Gubri Wahid, Ini Maknanya dalam Kepemimpinan
-
Rumah Didatangi Gubri Wahid, Syamsuar Ngomongin 'Dua Matahari'
-
Harga Sayuran di Pekanbaru Naik 3 Kali Lipat, Cabai Tembus Rp120.000 usai Lebaran
-
Gubri Wahid Siap Lantik Afni dan Syamsurizal Jadi Bupati-Wakil Bupati Siak
-
Tiket Bus Arus Balik di Terminal Pekanbaru Habis Terjual, Kebanyakan ke Jawa