Eko Faizin
Rabu, 09 September 2020 | 08:56 WIB
Petugas dari Polda Riau sedang melakukan tes urine kepada para pengunjung di tempat hiburan malam di Pekanbaru, Minggu (6/9/2020). (Istimewa)

SuaraRiau.id - Tim gabungan dari Polda Riau dan Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru melakukan razia tempat hiburan malam pada Minggu (6/9/2020) dini hari lalu.

Di antaranya Embassy Hotel Jatra Jalan Tengku Zainal Abidin Pekanbaru, namun setelah dilakukan tes urine, 30 pengunjung negatif narkoba.

Sementara di Star City (SC) Pub dan KTV SC Jalan Sudirman dilakukan tes urine terhadap 110 pengunjung, 76 positif amphetamine.

Di tempat tersebut petugas menyita 41 butir pil ekstasi, 1 butir pil happy five, 8 bungkus plastik berisi ekstasi berbentuk serbuk seberat 6,2 gram.

Polisi kemudian menggelandang 76 pengunjung SC yang positif amphetamine ke Polresta Pekanbaru.

Pada Senin (7/9/2020), Kapolresta Pekanbaru Kombespol Nandang Mu'min Wijaya saat konferensi pers mengatakan, di sana terdapat transaski jual beli narkoba.

Sementara itu, Pjs Sekdako Pekanbaru Muhammad Jamil memastikan mencabut izin SC, tempat hiburan malam yang menyalahgunakan izin dikantonginya.

"Kita cabut izinnya, kita sudah pernah melakukan itu sebelumnya," kata Muhammad Jamil kepada Riauonline.co.id (jaringan Suara.com), Selasa (8/9/2020).

Jamil menegaskan, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tidak main-main dengan hiburan malam terbukti menjadi tempat praktik-praktik narkoba. Pemko pernah menutup operasional hiburan malam ternama beberapa waktu lalu.

Pemerintah kota bakal berkoordinasi dengan Kapolresta Pekanbaru serta meminta penjelasan terkait penggerebakan itu.

Penjelasan ini bisa jadi pertimbangan dalam mencabut izin operaisonal.

Sebelumnya, Ketua DPRD Pekanbaru, Hamdani, mendesak Wali Kota Pekanbaru Firdaus, untuk mencabut izin dan menutup operasional SC usai razia polisi menemukan praktik-praktik jual beli narkoba.

Hamdani mengingatkan, kejadian ini dapat menjadi pembelajaran untuk tempat hiburan lainnya agar tidak bermain-main dengan narkoba.

Load More