Eko Faizin
Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:29 WIB
Bupati Siak Afni Zulkifli. [Dok siakkab.go.id]
Baca 10 detik
  • Bupati Siak Afni Zulkifli menyatakan video kegiatan penanaman pohon di lahan bekas karhutla di-take down TikTok pada Selasa, 20 Oktober 2026.
  • Konten resmi Pemkab Siak bersama Forkompimda yang telah ditonton lebih dari lima juta kali itu dihapus karena dianggap melanggar panduan komunitas.
  • Afni Zulkifli mempertanyakan alasan penghapusan video ajakan penghijauan dan pencegahan alih fungsi lahan seluas 4,5 hektare tersebut.

SuaraRiau.id - Bupati Siak Afni Zulkifli membagikan pengalaman tak menyenangkan karena salah satu konten videonya diduga di-take down pihak platform TikTok belum lama ini.

Video tersebut diketahui berisi kegiatan Pemkab Siak bersama Forkompimda terkait penanaman pohon di lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) beberapa waktu lalu.

"Video kegiatan resmi kami bersama Forkompimda, terkait penanaman pohon di lokasi eks karhutla, yang telah ditonton lebih 5 juta view, ditakedown. Kenapa?" tulisnya melalui akun Instagram @afni.zulkifli, Selasa (20/10/2026).

Dalam caption itu, Afni Zulkifli juga melampirkan bukti tangkapan layar yang menyatakan konten videonya tak bisa diakses. Dalam capture video itu tertulis: Removed for violating Community Guidelines.

Bupati perempuan tersebut merasa heran alasan video yang diunggahnya tersebut hilang. Padahal, kata dia, hanya menanam di lahan bekas karhutla.

"Padahal saya cuma mengajak nanam pohon di lokasi eks karhutla. Dan ini lokasi BUMD milik Pemkab Siak," ungkap Afni.

Lebih lanjut, dia mengaku sudah menanyakan apa salahnya mengajak masyarakat dan generasi muda untuk menanam. Namun, video yang dibagikannya malah di-take down.

"Kami menanyakan ke para pihak, apa yang salah dari mengajak pelajar dan masyarakat bersama-sama menanam pohon di lokasi eks Karhutla? Apakah seberbahaya itukah sampai harus ditakedown?" tanyanya.

Diketahui sebelumnya, Pemkab Siak bersama TNI, Polri melakukan penanaman pohon di lahan bekas karhutla di area pelabuhan Tanjung Buton.

Bupati Afni menyatakan penanaman bibit pohon tersebut sebagai upaya penghijauan dan mencegah alih fungsi lahan.

Selain itu menjadi bukti bahwa Kabupaten Siak mulai melakukan pemulihan lahan secara langsung di titik-titik eks karhutla.

"Biasanya setelah Karhutla, lahan yang sudah terbakar berubah menjadi kebun sawit. Jadi karena ini kawasan BUMD, kami langsung melakukan penanaman bersama," ujarnya, Jumat (9/10/2026).

Afni mengatakan, lahan yang terbakar itu mencapai sekitar 4,5 hektare. Beragam jenis pohon ditanam, di antaranya pulai dan petai.

Dia menyebut, gerakan penghijauan akan dilanjutkan di sejumlah lahan eks karhutla lainnya di Siak dan puncaknya, akan melibatkan lebih dari seribu peserta.

Load More