Eko Faizin
Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:37 WIB
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat. [Ist]
Baca 10 detik
  • Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat meminta jajarannya memberikan pelayanan responsif pada Rabu (14/10/2026).
  • Seluruh personel kepolisian dilarang menyalahgunakan kewenangan serta wajib menjaga kehormatan institusi.
  • Transformasi Polri didukung melalui empat aspek utama serta penguatan pendekatan *Green* dan *Democratic Policing*.

SuaraRiau.id - Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat menyampaikan agar jajarannya mengedepankan pelayanan yang responsif, humanis, dan berintegritas dalam menjalankan tugas kepolisian.

Arman menegaskan bahwa setiap persoalan masyarakat harus segera ditindaklanjuti tanpa harus menunggu viral di media sosial.

"Polri harus hadir di tengah masyarakat, bukan menciptakan jarak. Setiap laporan dan persoalan masyarakat harus ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab. Jangan sampai masyarakat merasa keadilan hanya bisa diperoleh setelah suatu peristiwa menjadi viral," katanya, Rabu (14/10/2026) pagi.

Dalam kegiatan Commander Wish itu, Arman menekankan bahwa kebijakan pimpinan Polri bukan sekadar program administratif, melainkan harus diwujudkan melalui perubahan pola pikir, sikap, dan perilaku personel.

Kapolda mengingatkan seluruh personel agar tidak menyalahgunakan seragam maupun kewenangan untuk kepentingan pribadi.

Arman mengungkapkan, anggota Polri harus menjaga kehormatan institusi dengan menunjukkan integritas, profesionalisme, serta sikap humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.

Dia juga meminta para Kapolres, Kapolsek, dan seluruh pimpinan satuan menjadi teladan bagi anggotanya.

"Pimpinan tidak boleh hanya memberikan perintah, tetapi harus berani mengambil keputusan, melakukan evaluasi, memperbaiki kesalahan, dan bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas di wilayah masing-masing," tegas Irjen Arman.

Dalam mendukung transformasi Polri, Kapolda Riau menekankan empat aspek utama, yakni orientasi pelayanan, metode pengamanan, pola kerja, dan akuntabilitas.

Keempat aspek tersebut harus diterjemahkan oleh setiap satuan kerja sesuai karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat.

Jenderal bintang dua itu juga mendorong penguatan Green Policing dan Democratic Policing sebagai pendekatan kepolisian yang tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan, kehidupan sosial, dan kesejahteraan masyarakat.

Diketahui, kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Riau Brigjen Pol Simson Zet Ringu, Irwasda, para pejabat utama Polda Riau, serta para Kapolres dan Kapolresta jajaran.

Load More