Eko Faizin
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:02 WIB
Banjir menggenangi Kecamatan Rumbai, Pekanbaru pada Sabtu (10/10/2026). [Herianto Wibowo/Riauonline]
Baca 10 detik
  • Kota Pekanbaru diguyur hujan deras pada Sabtu, 10 Oktober 2026, untuk mengurangi kabut asap karhutla.
  • Curah hujan tinggi menyebabkan banjir dan genangan air hingga hampir selutut orang dewasa di Kecamatan Rumbai.
  • Banjir tersebut merendam beberapa jalan, menyebabkan kendaraan mogok, dan mengganggu aktivitas warga sekitar.

SuaraRiau.id - Kota Pekanbaru diguyur hujan deras sejak pagi hingga siang hari di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum mereda, Sabtu (10/10/2026).

Hujan membantu mengurangi kabut asap dan memperbaiki kualitas udara. Namun, di sisi lain, curah hujan tinggi menyebabkan sejumlah kawasan di ibu kota Provinsi Riau itu terendam banjir.

Genangan air akibat hujan justru muncul di sejumlah titik, terutama di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. Kawasan yang terdampak banjir di antaranya Jalan Harapan, Jalan Limbungan, dan Jalan Pramuka.

Bahkan, ketinggian air di Jalan Limbungan mencapai hampir selutut orang dewasa.

Seorang warga Limbungan, Rony mengatakan banjir di kawasan tersebut bukanlah kejadian baru.

Menurutnya, genangan air kerap muncul setiap kali hujan deras mengguyur Pekanbaru.

"Kalau udah hujan deras pasti banjir di sini," ujarnya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com.

Rony menuturkan, air mulai naik sekitar pukul 09.00 WIB. Selain mudah tergenang, air di kawasan tersebut biasanya juga cepat surut setelah hujan mereda.

Namun, dalam kondisi tertentu, genangan banjir dapat bertahan cukup lama sehingga mengganggu aktivitas warga.

"Ada rumah yang mulai masuk air, terus ada juga mobil sama motor mogok karena maksa lewatin banjir," sebut dia.

Kondisi ini kembali menjadi perhatian masyarakat, mengingat banjir di sejumlah titik Rumbai kerap berulang setiap kali hujan deras melanda Kota Pekanbaru.

Diketahui, hujan di Pekanbaru menekan pekatnya kabut asap. Berdasarkan data indeks kualitas udara, tercatat berada di angka 107 dengan kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Sementara itu, konsentrasi polutan utama PM2.5 di Ibu Kota Provinsi Riau tersebut tercatat sebesar 37,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Load More