- Bupati Siak Afni Zulkifli menangis saat meninjau kondisi tiga guru yang tinggal di rumah kayu di Dusun Mungkal.
- Pembangunan rumah layak harian bagi guru yang mengabdi selama sepuluh tahun didanai melalui program CSR perusahaan.
- Pemerintah daerah berkomitmen mengatasi berbagai keterbatasan fasilitas dasar meskipun menghadapi tantangan tekanan fiskal dan anggaran.
SuaraRiau.id - Momen Bupati Siak Afni Zulkifli menangis sesenggukan tak kuasa menahan haru dibagikan dalam akun Instagram pribadinya beberapa waktu lalu.
Afni tampak mengusap air matanya setelah melihat langsung kondisi tiga guru yang selama ini tinggal bersama keluarganya dalam satu rumah kayu.
Ternyata, peristiwa tersebut terjadi saat meninjau pembangunan rumah guru di Dusun Mungkal, daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) Kabupaten Siak.
"Astaghfirullah..." ucapnya sambil menundukkan kepala, dikutip Minggu (4/10/2026).
"Kita sama-sama tinggal di daerah yang kaya," sambung Afni Zulkifli dengan suara bergetar.
Dia mengatakan masih adanya guru yang tinggal dalam keterbatasan menunjukkan masih terdapat pekerjaan besar yang harus diselesaikan pemerintah daerah.
Anak-anak sekolah di Dusun Mungkal juga belum memiliki bus sekolah. Mereka harus menempuh perjalanan hampir dua jam untuk pergi dan pulang sekolah.
Sebagian bahkan harus berdesakan dan berdiri selama perjalanan.
"Ini salah kita. Kita belum bisa belikan buku sekolah," ujar Afni.
Tangis Afni kembali pecah ketika melihat langsung kondisi karena selama ini banyak persoalan masyarakat pelosok hanya diterimanya melalui laporan.
"Saya baru jadi Bupati, baru satu tahun. Masih banyak rakyat kami yang masih seperti ini," katanya.
Sejak memimpin, Pemkab Siak menghadapi tekanan fiskal akibat keterbatasan anggaran, warisan utang serta pengurangan transfer ke daerah.
Namun, kondisi tersebut, kata Afni, tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan masyarakat di wilayah 3T.
Pembangunan rumah guru di Dusun Mungkal kini mulai dilakukan melalui dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
Rumah tersebut diharapkan menjadi tempat tinggal yang lebih layak bagi para guru yang telah bertahun-tahun mengabdi jauh dari pusat pemerintahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Bupati Afni Nangis Sesenggukan Lihat Kondisi Rakyatnya di Daerah Terluar Siak
-
Irjen Herry Heryawan Jadi Kabaharkam Polri, Bagaimana Nasib Green Policing di Riau?
-
Dijanjikan Prabowo Naik Pangkat, Herry Heryawan Kini Jadi Kabaharkam Polri
-
Irjen Herry Heryawan Dapat Tugas Baru, Kapolda Riau Dijabat Irjen Arman Achdiat
-
Herry Heryawan Naik Level Jadi Kabaharkam, Kapolda Riau Diganti Arman Achdiat