Eko Faizin
Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:25 WIB
Momen Bupati Siak Afni Zulkifli menangis sesenggukan melihat kondisi daerah terluar di wilayahnya. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Bupati Siak Afni Zulkifli menangis saat meninjau kondisi tiga guru yang tinggal di rumah kayu di Dusun Mungkal.
  • Pembangunan rumah layak harian bagi guru yang mengabdi selama sepuluh tahun didanai melalui program CSR perusahaan.
  • Pemerintah daerah berkomitmen mengatasi berbagai keterbatasan fasilitas dasar meskipun menghadapi tantangan tekanan fiskal dan anggaran.

SuaraRiau.id - Momen Bupati Siak Afni Zulkifli menangis sesenggukan tak kuasa menahan haru dibagikan dalam akun Instagram pribadinya beberapa waktu lalu.

Afni tampak mengusap air matanya setelah melihat langsung kondisi tiga guru yang selama ini tinggal bersama keluarganya dalam satu rumah kayu.

Ternyata, peristiwa tersebut terjadi saat meninjau pembangunan rumah guru di Dusun Mungkal, daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) Kabupaten Siak.

"Astaghfirullah..." ucapnya sambil menundukkan kepala, dikutip Minggu (4/10/2026).

"Kita sama-sama tinggal di daerah yang kaya," sambung Afni Zulkifli dengan suara bergetar.

Dia mengatakan masih adanya guru yang tinggal dalam keterbatasan menunjukkan masih terdapat pekerjaan besar yang harus diselesaikan pemerintah daerah.

Anak-anak sekolah di Dusun Mungkal juga belum memiliki bus sekolah. Mereka harus menempuh perjalanan hampir dua jam untuk pergi dan pulang sekolah.

Sebagian bahkan harus berdesakan dan berdiri selama perjalanan.

"Ini salah kita. Kita belum bisa belikan buku sekolah," ujar Afni.

Tangis Afni kembali pecah ketika melihat langsung kondisi karena selama ini banyak persoalan masyarakat pelosok hanya diterimanya melalui laporan.

"Saya baru jadi Bupati, baru satu tahun. Masih banyak rakyat kami yang masih seperti ini," katanya.

Sejak memimpin, Pemkab Siak menghadapi tekanan fiskal akibat keterbatasan anggaran, warisan utang serta pengurangan transfer ke daerah.

Namun, kondisi tersebut, kata Afni, tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan masyarakat di wilayah 3T.

Pembangunan rumah guru di Dusun Mungkal kini mulai dilakukan melalui dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Rumah tersebut diharapkan menjadi tempat tinggal yang lebih layak bagi para guru yang telah bertahun-tahun mengabdi jauh dari pusat pemerintahan.

Load More