Eko Faizin
Minggu, 12 April 2026 | 16:38 WIB
Aksi massa di Panipahan Rokan Hilir membakar rumah diduga bandar narkoba. [Ist]
Baca 10 detik
  • Aksi warga Panipahan Rohil menyerbu rumah diduga bandar narkoba viral di media sosial.
  • Insiden unjuk rasa tersebut awalnya aksi berlangsung damai dengan diterima pihak kepolisian.
  • Terbaru, Kapolda Riau Herry Heryawan mencopot Kapolsek Panipahan dan Kanitreskrimnya.

SuaraRiau.id - Video sejumlah warga menyerbu rumah terduga bandar narkoba di Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) viral di media sosial hingga menjadi perbincangan publik.

Aksi tersebut bermula dari kekecewaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum perihal penanganan peredaran narkoba di wilayah tersebut.

Warga awalnya melakukan unjuk rasa damai di depan Mapolsek Panipahan pada Jumat (10/4/2026). Namun, peristiwa menjadi ricuh berakibat perusakan hingga pembakaran rumah diduga bandar sabu.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengungkapkan jika insiden tersebut awalnya berlangsung damai dengan diterima pihak kepolisian.

"Aspirasi masyarakat diterima secara terbuka oleh Kapolsek Panipahan bersama jajaran Polres Rokan Hilir sekitar," ucapnya, Sabtu (11/4/2026).

Setelah viral, insiden perusakan dan pembakaran rumah di wilayah Panipahan itu lantas menjadi atensi Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan.

Kapolda Riau mencopot Kapolsek AKP Robiansyah dan Kanitreskrim Polsek Panipahan Aipda Rahmat Ilyas buntut aksi massa tersebut.

"Kami melihat ada hal-hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam menjaga situasi kamtibmas di Panipahan. Karena itu, kami mengambil langkah tegas," ungkap Kapolda, Minggu (12/4/2026).

Pencopotan Kapolsek dan Kanitreskrim Polsek Panipahan ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi dan tanggung jawab institusi.

Herry menyatakan langkah tersebut diambil karena di tingkat Polsek dinilai belum mampu menjaga kondusivitas wilayah secara optimal.

Kapolda menegaskan, setiap pimpinan di wilayah memiliki tanggung jawab penuh terhadap stabilitas keamanan, termasuk dalam merespons dinamika sosial yang berkembang di masyarakat.

"Seorang pimpinan harus hadir, peka, dan mampu membaca situasi. Ketika itu tidak berjalan dengan baik, maka harus ada langkah korektif," katanya.

Kapolda menyebutkan, saat ini kondisi di Panipahan telah berangsur pulih dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

Namun demikian, penguatan langkah-langkah preventif dan pengawasan di lapangan tetap dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan.

Irjen Herry juga menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat Panipahan agar tetap menjaga ketenangan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh keadaan.

Load More