Eko Faizin
Kamis, 09 April 2026 | 18:24 WIB
Kasatreskrim Polres Siak, AKP Dr Kosmos saat olah TKP, Rabu (8/4/2026). [ist]
Baca 10 detik
  • SMP Islamic Center Siak meninggal terkena ledakan peraga sains rakitannya saat ujian praktik.
  • Kepala Disdik Siak menyampaikan duka mendalam atas wafatnya MA (15), siswa kelas IX tersebut.
  • Disdik Siak membantah isu liar yang beredar jika Sekolah Islamic Center Siak belajar merakit bom.

SuaraRiau.id - Dunia pendidikan di Kabupaten Siak berduka pasca insiden yang menewaskan murid kelas IX di SMP Islamic Center Siak, MA (15) pada Rabu (8/4/2026).

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Siak, Romy Lesmana menyampaikan duka yang mendalam atas peristiwa nahas siswa saat alat peraga sains rakitannya meledak di lapangan sekolah.

"Kami dari Dinas Pendidikan Siak menyampaikan duka yang mendalam atas peristiwa tersebut," katanya melalui telpon, Kamis (9/4/2026).

Romy menuturkan, pihaknya juga menyerahkan prosesnya terhadap kepolisian yang sedang menyelidiki persoalan tersebut.

"Kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk proses yang lainnya," sebut Romy.

Dinas Pendidikan Siak akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap proses belajar dan mengajar di SMP Islamic Siak.

"Nanti Disdik Siak akan melakukan evaluasi terhadap proses belajar dan mengajar di SMP lslamic Center," tambahnya.

Dijelaskan Romy, pada prinsipnya, kurikulum dalam belajar yang diterapkan di Islamic Center Siak tidak berbeda dengan sekolah lain pada umumnya.

"Soal kurikulum belajar dan mengajar sama dengan sekolah lainnya, tidak ada perbedaan yang signifikan," jelasnya.

Romy membantah terkait isu yang beredar bahwa di Sekolah Islamic Center belajar merakit bom atau sebagainya yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dunia pendidikan pada umumnya.

"Tidak ada sekolah tersebut mengajarkan merakit-rakit (bom) seperti yang diisukan. Itu kan praktek sains, sebenarnya itu sama dengan sekolah lainnya. Hanya saja perlu didalami ada kelalaian apa tidak di sana hingga persitiwa tersebut terjadi," beber Romy.

Ia berharap, agar masyarakat di suasana yang masih berduka saat ini tidak menyebarkan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Suasana masih berduka sekali, kami berharap jangan ada isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan malah terlempar ditengah tengah masyarakat," pinta Romy.

Sebelumnya, Kasat Reskrim AKP Raja Kosmos Parmulais mengatakan peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

"Saat itu, korban bersama rekan sekelompoknya tengah menjalani ujian praktik mata pelajaran IPA. Kelompok korban terdiri dari 9 orang, bersiap menunjukkan hasil karya mereka berupa alat menyerupai senapan hasil rakitan menggunakan teknologi 3D Printer," ungkapnya.

Load More