SuaraRiau.id - Uji coba pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri tahun ajaran 2025/2026 telah dimulai.
Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru Abdul Jamal menyampaikan bahwa uji coba tersebut dimulai dari 17 Juni hingga 20 Juni.
"Uji coba SPMB SMP ini kita langsungkan selama 4 hari dimulai tanggal 17 sampai 20 Juni. Pendaftaran dilakukan secara online di laman SMP.SPMBpekanbaru.id," katanya, Selasa (17/6/2025).
Sementara, kata Abdul Jamal, uji coba pendaftaran SPMB Pekanbaru untuk SD Negeri akan digelar selama 4 hari dari tanggal 19 hingga 23 Juni 2025.
Peserta dapat mengunjungi di laman SD.SPMBpekanbaru.id.
SPMB SMP Negeri dijadwalkan akan dimulai dari tanggal 23 hingga 26 Juni 2025, sedangkan SPMB SD Negeri dari tanggal 25 sampai 28 Juni 2025.
Kemudian pengumuman kelulusan SPMB SMP negeri tanggal 28 Juni dan SD tanggal 30 Juni.
Bagi calon peserta didik yang dinyatakan lulus SPMB, mereka mesti melakukan pendaftaran ulang.
"Daftar ulang SPMB SD dan SMP digelar bersamaan tanggal 30 Juni sampai 2 Juli 2025," terang Jamal.
Baca Juga: SPMB Riau Resmi Dibuka 21 Juni, Berikut Tahapan dan Cara Pendaftarannya
Dia menyampaikan untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat SMP dilangsungkan selama tiga hari dimulai tanggal 14 sampai 16 Juli 2025.
"Kemudian untuk MPLS SD selama 6 hari dari tanggal 14 sampai 19 Juli 2025," tutup Jamal.
Mayoritas kuota SPMB SMP Negeri 2025 dari jalur domisili
Pendaftaran lewat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 tingkat SMP negeri di Kota Pekanbaru berlangsung selama tiga hari.
Para calon siswa bisa melakukan pendaftaran dari 23 Juni hingga 26 Juni 2025 mendatang. Pendaftaran nantinya melalui empat jalur pendaftaran.
Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru, Abdul Jamal mengatakan jalur tersebut yakni jalur domisili, jalur affirmasi, jalur prestasi dan jalur pindah orangtua.
Pendaftaran lewat jalur domisili paling mendominasi karena persentase kuota jalur domisili mencapai 40 hingga 50 persen, sedangkan jalur affirmasi sebanyak 20 persen.
Kemudian untuk penerimaan lewat jalur prestasi berkisar 25 hingga 35 persen. Lalu untuk jalur orangtua hanya lima persen.
"Untuk penerimaan murid baru tingkat SMP memang jalur domisili mendominasi," terangnya.
Ada sejumlah persyaratan dalam SPMB tingkat SMP negeri di Kota Pekanbaru. Syarat itu di antaranya berusia maksimal 15 tahun pada Juli 2025.
Syarat lainnya yakni memiliki ijazah SD dengan surat keterangan lulus. Murid mesti memiliki Kartu Keluarga (KK) asli, akta kelahiran asli.
"Bagi yang hendak mendaftar lewat jalur affirmasi bisa menyertakan dokumen yang membuktikan keikutsertaan dalam program penanganan keluarga kurang mampu, seperti KIP dan PKH," ulasnya.
Jamal menambahkan bagi calon murid yang hendak mendaftar lewat jalur prestasi bisa menyertakan sertifikat prestasi. Lalu surat keterangan bersama rapor enam semester bagi yang punya prestasi akademik.
"Bagi yang hendak daftar lewat pindah tugas orangtua, tentu bisa menyertakan dokumen dari instansi atau perusahaan, yang menugaskan ke Kota Pekanbaru," tuturnya.
Kuota SPMB SD 2025 tidak berubah
Kuota penerimaan siswa SD Negeri dalam SPMB tahun ajaran 2025/2026 tidak mengalami perubahan.
Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru, Abdul Jamal mengusulkan kuota yang sama dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024 lalu.
"Pada tahun ini usulan kami untuk kota setiap jalur masih sama seperti tahun kemarin, tidak ada perubahan," tutur Jamal, Rabu (26/2/2025).
Menurutnya, jalur penerimaan murid lewat SPMB nanti lebuh mendominasi. Jumlahnya lebih dari 50 persen kuota peserta didik yang ada di sekolah.
Usulan untuk jalur domisili minimal 70 persen dari total kuota penerimaan di sekolah.
Dinas Pendidikan mengaku tidak menambah kuota karena sebaran SD negeri sudah merata di seluruh wilayah di Kota Pekanbaru.
Kemudian untuk jalur afirmasi atau bagi anak kurang mampu kuotanya 15 persen. Lalu kuota untuk jalur pindah orangtua sebanyak lima persen saja
"Kami tidak menambah kuota dalam usulan kuota karena tidak terdapat masalah berarti di lapangan," ujarnya.
Jamal menyadari ada sejumlah perubahan dalam sistem penerimaan peserta didik pada tahun ini. Pihaknya mengaku bakal melakukan sosialiasi untuk optimalkan proses penerimaan peserta didik di sekolah.
"Kami tentu tidak ingin ada permasalahan di kemudian hari, maka kami bakal lakukan sosialisasi dan pengawasan nantinya," sebut dia.
Berita Terkait
-
Warga Diminta Waspada! Dinamika Atmosfer Picu Hujan Lebat dan Petir di Sejumlah Kota
-
Sekolah Sepi Murid Makin Marak, Pemerintah Didesak Petakan Ulang Kebutuhan Sekolah
-
Lebih dari 16 Ribu Lulusan SD di Tangsel Tak Kebagian SMP Negeri saat SPMB 2026
-
Kelangkaan Kursi Sekolah Jadi Akar Dugaan Jual Beli Bangku di SPMB 2026
-
SPMB 2026: Dari Dugaan Gratifikasi hingga Siswa Titipan
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
47 Warga Meninggal, Ratusan Rumah Rusak Parah Akibat Gempa di NTT
-
Homeless Media, Instrumen Penting Bantu Suarakan Isu Lingkungan Dekat Masyarakat
-
Serentak di 131 Cabang, BRI KKB Expo 2026 Buka Jalan Punya Mobil Impian
-
CIMB Niaga Ungkap Potensi Ekonomi Daerah Sektor Sawit dan Migas di Riau
-
KPK Dalami Pemberian dan Pengembalian Uang Pemkab Kuansing untuk Kemenhut