Scroll untuk membaca artikel
Eko Faizin
Senin, 31 Maret 2025 | 18:57 WIB
Polda Riau Ungkap Penyebab Penikaman Polisi hingga Berujung Maut. [Suara.com/Eko Faizin]

SuaraRiau.id - Seorang anggota Polsek Sinaboi tewas usai ditikam penjaga pos berinisial MK di kompleks perumahan Kelurahan Bagan Barat, Bagansiapiapi, Rokan Hilir (Rohil), Sabtu (29/3/2025) malam.

Insiden penikaman terhadap polisi dan dua warga lainnya tersebut bermula dari pertikaian disebabkan teguran cara berkendara.

Korban meninggal dunia adalah Bripka LC, yang mengalami luka tusuk di dada kanan, serta H yang mengalami luka di bagian ulu hati. Sementara itu, DS mengalami luka tusuk di punggung bawah dan kini dirawat intensif di rumah sakit.

Direskrimum Polda Riau Kombes Pol Asep Darmawan menjelaskan peristiwa berdarah terjadi sekitar pukul 20.30 WIB ketika korban dan beberapa saksi memasuki perumahan dengan tiga sepeda motor.

Baca Juga: Polisi Tewas di Tempat Karaoke Rohil, padahal Kapolda Perintahkan Tutup THM selama Ramadan

"Saat melewati pos penjagaan, kendaraan yang dikendarai H melaju cukup kencang dan mendapat teguran dari tersangka MK yang sedang berjaga. Namun, teguran itu justru memicu cekcok antara mereka," ungkap Asep dikutip dari Antara.

Setelah sempat dilerai, tersangka kembali ke pos. Namun, korban mendatangi pos penjagaan lagi hingga pertengkaran terus berlanjut dan berujung aksi penusukan.

"Dalam insiden ini, tersangka menggunakan pisau sepanjang 30 cm untuk menyerang korban. Polisi yang meninggal dunia merupakan anggota Polsek Sinaboi yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas," jelasnya.

Mendalami perkara ini, aparat kepolisian telah memeriksa tujuh saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk pisau dengan gagang kayu serta pakaian korban.

"Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta mengamankan pisau yang diduga digunakan dalam insiden ini. Korban yang meninggal dunia juga telah menjalani autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara," tambah Kombes Asep.

Baca Juga: Polisi Riau dan Rekannya Tewas Ditikam Sekuriti di Tempat Karaoke

Akibat perbuatannya, MK kini disangkakan atas Pasal 340 Jo Pasal 338 Subsider 351 KUHP dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, tiga orang menjadi korban penikaman di kompleks perumahan Kelurahan Bagan Barat, Bagansiapiapi, Rokan Hilir (Rohil), Sabtu (29/3/2025) malam.

Dua orang termasuk satu anggota Polri meninggal dunia akibat peristiwa yang terjadi di depan tempat karaoke kompleks tersebut. Sementara satu korban penikaman lain bisa diselamatkan.

Tersangka MK diduga juga merupakan preman sewaan. Saat ini, MK sudah diamankan Polda Riau.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto mengatakan pelaku penikaman telah menyerahkan diri ke polisi.

"Betul, kasusnya penganiayaan. Korban 2 orang meninggal dan 1 luka berat. TKP di Pos Pintu Masuk Komplek Perumahan Walet, Jalan Utama Kelurahan Bagan Barat Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir," katanya, Minggu (30/3/2025).

Lebih lanjut, Kombes Anom mengatakan tersangka sudah diamankan di Polda Riau. Terduga pelaku saat ini sedang dilakukan penyelidikan dan penyidikan.

Informasi yang berhasil dihimpun Suara.com, insiden ini terjadi di pintu masuk Karaoke See You, Kecamatan Bangko dan pelaku ternyata seorang penjaga pos keamanan alias sekuriti yang diketahui berinisial M (39).

Sementara itu, dua korban tewas dalam kejadian ini adalah Bripka LC, anggota Polsek Sinaboi, yang mengalami luka tusuk di dada sebelah kanan, serta R, warga yang akhirnya meninggal dunia akibat luka tusuk pada bagian ulu hati.

Sedangkan, Dedi alias Dedi Botot, korban lain yang selamat mengalami luka tusuk di punggung bawah dan masih dalam kondisi sadar.

Insiden bermula saat ketiga korban tiba di lokasi setelah sebelumnya menikmati minuman di sebuah kedai tuak.

Saat memasuki area parkiran, pelaku menegur mereka karena suara bising dari sepeda motor yang diduga menggunakan knalpot brong.

Teguran tersebut memicu adu mulut antara pelaku dan korban. Seorang saksi bernama Lili (28) sempat berusaha melerai, namun situasi semakin memanas.

Lili yang duduk di parkiran menunggu Bripka LC dan korban lainnya, lalu menjumpai pelaku di pos penjagaan pintu masuk kompleks, tempat insiden tragis terjadi.

Tanpa banyak bicara, tersangka MK tiba-tiba menghunus senjata tajam dan menyerang ketiga korban.

Warga yang melihat kejadian itu segera membawa mereka ke RSUD dr RM Pratomo Bagansiapiapi, namun nyawa Bripka LC dan H tidak dapat diselamatkan.

Insiden berdarah tersebut terjadi di saat malam terakhir Ramadan. Padahal sebelum Kapolda Riau ketika dijabat Irjen Mohammad Iqbal memerintahkan agar tempat hiburan malam (THM) ditutup selama bulan suci.

Perintah Irjen Iqbal ini disampaikan kepada Kapolres hingga stakeholder yang ada di Riau. Meski demikian, ada saja hiburan malam yang tetap beroperasi.

Load More