SuaraRiau.id - Empat unit Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang terletak di beberapa lokasi Pekanbaru tak berfungsi. Akibatnya, alat tersebut tidak bisa merekam pelanggaran lalu lintas.
Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat menjelaskan kamera ETLE itu mati disebabkan dalam proses perawatan.
"ETLE statis mau ada perbaikan teknis dalam rangka pemeliharaan dan perawatan," kata Kombes Taufiq kepada Antara, Jumat (23/2/2024).
Kamera ETLE statis ini berada di Jalan HR Soebrantas, persimpangan Jalan Tuanku Tambusai dan Harapan Raya. Berdasarkan informasi Korlantas, ETLE statis akan kembali aktif pada awal Maret mendatang.
Meskipun ETLE statis dinonaktifkan sementara, pihaknya tetap mencatat pelanggaran lalu lintas menggunakan ETLE mobile.
ETLE mobile on board sendiri adalah kamera portable yang ada pada kendaraan Polantas, seperti mobil patroli yang bergerak di titik rawan yang tidak terjangkau kamera ETLE statis.
"Kamu masih mencatat penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi lakalantas melalui ETLE mobile," terang Taufiq.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menaati peraturan berlalu lintas dengan menggunakan helm SNI baik yang mengendarai maupun yang dibonceng.
Taufiq mengingatkan pengendara untuk melengkapi kendaraan dengan kaca spion, SIM, maupun STNK. Bagi pengendara kendaraan roda empat juga diimbau untuk selalu menggunakan sabuk pengaman.
Selain itu, dia memperingatkan pengendara untuk tidak menggunakan handphone saat berkendara dan mengutamakan keselamatan di jalan serta mematuhi rambu-rambu lalulintas.
"Konsentrasi saat berkendara menjadi hal utama dalam hal mengendarai kendaraan bermotor. Mari kita sama-sama menjadi pelopor keselamatan berlalulintas," tegas Taufiq. (Antara)
Berita Terkait
-
Warga Diminta Waspada! Dinamika Atmosfer Picu Hujan Lebat dan Petir di Sejumlah Kota
-
Pengawas Sawmill Ilegal di Kampar Jadi Tersangka, Terancam Denda Rp2,5 Miliar
-
Prabowo Anugerahi Polda Riau Nugraha Sakanti, Tekankan Transformasi Besar Polri
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Polisi Ringkus Komplotan Begal Sadis di Pekanbaru, Belasan Motor dan Mobil Disita
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Beli Sofa melalui TikTok, Warga Pekanbaru Tertipu Rp300 Juta
-
Ribuan Ijazah SMA-SMK Negeri di Riau Belum Diambil, Dinas Pendidikan: Gratis!
-
Merasa Difitnah, Ketua DPRD Siak Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik
-
Harga Sawit Riau Nanjak Lagi, Dihargai Rp3.913 per Kg Periode Ini