SuaraRiau.id - Spanduk ajakan untuk Golput alias tidak memilih muncul di salah satu ruas jalan di Kota Pekanbaru. Hal ini diunggah oleh akun @pkucity, Selasa (13/2/2024).
Ajakan itu ditulis dalam dua buah spanduk dengan menggunakan cat berwarna merah dan hitam. Keduanya dipasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Jenderal Sudirman, tak jauh dari Kantor DPRD Riau.
Spanduk itu berisi ajakan Golput, serta menyebut bahwa Pemilu 2024 tidak menyelamatkan rakyat dari kemiskinan.
"Pemilu tidak menyelamatkanmu dari kemiskinan. Nyoblos terus, harga beras terus naik. #14FebruariGolput," begitu bunyi tulisan di salah satu spanduk.
"Kampanye cari rakyat, udah terpilih lupa rakyat," tulisan di spanduk lainnya.
Spanduk itu tidak mencantumkan identitas, baik perorangan maupun organisasi. Sehingga tidak diketahui siapa yang memasang kedua spanduk di JPO tersebut.
Spanduk ajakan tersebut menuai pro dan kontra di kalangan warganet. Seperti yang terlihat di kolom komentar unggahan @pkucity.
Salah satu komentar disampaikan @ary*** yang setuju dengan isi spanduk.
"KAMPANYE CARI RAKYAT, SUDAH TERPILIH LUPA RAKYAT. Setuju.!!" tulisnya di kolom komentar.
"Bagaimana jika JANGAN GOLPUT tapi COBLOS SEMUA CALON SAJA," timpal @ben***.
Banyak juga warganet yang menolak ajakan untuk golput, salah satunya diungkapkan oleh @mut*** yang mengajak untuk mencari tahu rekam jejak para calon.
"Bisa2nya punya pikiran kek gitu, ya makanya pilih pemimpin tu yang amanah. Jangan males buat liat data dan rekam jejaknya," ungkap @mut***.
"Golput bukan pilihan, klo gak yakin pilihan sendiri ada shalat istikharah, minta petunjuk Allah siapa yang harus dipilih.. wajib berdoa semoga Allah yang maha mengetahui dan maha berkehendak memilihkan pemimpin terbaik buat indonesia.." imbuh @dia***.
Kontributor : Anggun Alifah
Berita Terkait
-
Penerbangan di Bandara Pekanbaru Terganggu Akibat Kabut Asap, 12 Pesawat Delay
-
Buntut Ijazah Gibran, Mahfud MD: KPU Harus Diseret ke Pengadilan
-
Mahfud MD: Peradaban Bernegara Dirusak Hanya Karena Meng-Gibran-kan Aturan
-
Kabut Asap Karhutla Selimuti Pekanbaru
-
Dari 85 hingga 220: Berapa Sebenarnya Jumlah Kursi Ideal untuk DPRD Jakarta?
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Antrean BBM Masih Mengular, Pemprov Riau Klaim Siapkan Sejumlah Langkah
-
ISPA Dominasi 11.707 Kasus Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap di Pekanbaru
-
Karhutla Riau Capai 20.691 Hektare, Bengkalis dan Pelalawan Penyumbang Terbesar
-
Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor Unri Periode 2026-2030
-
Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, Kabut Asap Makin Pekat