SuaraRiau.id - Beredar video yang menampilkan kondisi Jalan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) yang rusak. Aspal jalan yang baru selesai dibangun bisa dengan mudah dikelupas dengan tangan kosong.
Peristiwa yang diunggah dalam video reel akun @txtdrriau, Rabu (17/01/2024) ini menunjukkan Perangkat Desa Petai Baru, Kecamatan Kuantan Singingi, Kuansing yang tengah melakukan pengecekan jalan yang baru selesai dibangun tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa dan beberapa perangkat desa mencoba melepas aspal dengan tangan. Aspal di ruas jalan sepanjang 1.040 meter tersebut dengan mudah dapat dikelupas.
Kepala Desa yang saat itu turut serta dalam pengecekan menyebut kondisi aspal tersebut sangat menyedihkan, lantaran aspal yang dirasa sangat tipis.
Dirinya juga meminta agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk turun ke lapangan dan mengecek ketebalan dan kualitas aspal di Desa Petai Baru tersebut.
Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Petai Baru lalu memperlihatkan betapa mudahnya mereka melepaskan lapisan aspal tersebut dengan tangan kosong.
Mereka juga meminta agar Dinas PUPR agar menindak lanjuti dan bertanggung jawab menyelesaikan kondisi jalan tersebut. Pihaknya juga menyebut bahwa aspal itu baru beberapa hari selesai dibangun.
Unggahan ini menjadi viral dan mendapat perhatian sejumlah warganet. Sejumlah warganet mengaitkan kondisi jalanan ini dengan tindak korupsi, seperti yang disampaikan @ilt***.
"Riau ladangnya korupsi," tulisnya di kolom komentar.
"Provinsi Riau adalah provinsi kaya... Itu teori nya... Faktanya pejabat nya yg kaya bukan provinsi nya...Real atau fakta?" timpal @ama***.
Selain itu, warganet lainnya juga menyinggung banyaknya ruas jalan berlubang di Provinsi Riau, seperti disampaikan @riy***.
"Wajar jadi predikat provinsi jalan rusak terparah di indonesia," ujarnya.
Sementara itu, beberapa warganet mengaitkan rapuhnya aspal tersebut dikarenakan hujan. Salah satunya disampaikan @lau***.
"Kalo pas hujan di aspal nya biasanya mudah mengelupas," kata @lau***.
Kontributor : Anggun Alifah
Berita Terkait
-
Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing
-
Daftar Kontroversi Raja Juli Antoni, dari Terima Amplop Dolar sampai Bagi-bagi Jabatan ke Kader PSI
-
Raja Juli Antoni dari Partai Apa? Ini Rekam Jejaknya di Politik
-
Harta Kekayaan Raja Juli Antoni, Menhut yang Terseret Kasus Gratifikasi Bupati Kuansing
-
Profil Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan yang Diduga Terima Amplop Dolar dari Eks Bupati Kuansing
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Anggaran Riau Terbatas, SF Hariyanto Ogah Bebani Rakyat dengan Pajak Baru
-
Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera
-
AJI Pekanbaru-GREEN for Riau Initiative Gelar Workshop dan Fellowship
-
Menko Muhaimin Iskandar Apresiasi Efektivitas Pemberdayaan PNM di Gresik
-
Kronologi Pemotor Tewas usai Terpental di Jalan Sudirman Pekanbaru