SuaraRiau.id - Prabowo Subianto mendatangi para pendukungnya di Riau pada Selasa (9/1/2024). Dalam kampanye di Gelanggang Olahraga Remaja Pekanbaru, ia berjanji akan membangun pabrik hilirisasi sawit.
Di handapan ribuan warga Riau, Prabowo menyebut bahwa pabrik hilirisasi tersebut nantinya menghasilkan produk turunan kelapa sawit.
"Kita tidak ingin hasil kekayaan alam kita dijual dengan harga murah. Kita akan hilirisasi kekayaan alam kita. Hasil tambang, mineral, kepala sawit. Di Indonesia khususnya Riau yang merupakan penghasil sawit, kita bangun pabrik pengelolaan kelapa sawit," ujar Capres nomor urut 02 ini.
Prabowo menyampaikan, selama ini Indonesia hanya mengekspor bahan baku kelapa sawit dengan harga murah. Dengan dibangun pabrik hilirisasi ini produk-produk turunan bahan baku kelapa sawit memiliki nilai jual yang lebih tinggi
Menteri Pertahanan tersebut meyakini jika program yang akan dilakukannya bakal meningkatkan kesejahteraan petani dan menyasar masyarakat secara luas.
"Kita harus berpihak kepada rakyat, terutama di lapisan paling lemah, para petani harus kita bantu, kemiskinan harus kita hilangkan dari Indonesia ini," terang Prabowo.
Selain itu, jika terpilih nanti, dia menjanjikan Indonesia memproduksi mobil listrik sendiri karena generasi penerus bangsa dinilai mampu untuk melakukan itu.
"Kita akan bikin mobil listrik, semuanya potensi itu ada di depan mata kita, saya yakin kita mampu melakukannya," kata dia.
Untuk itu, dia meminta dukungan dari seluruh masyarakat Riau untuk memenangkan pasangan Prabowo-Gibran menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2024-2029.
"Makanya saya minta dukungan, saya minta Riau menang besar. Jangan dengar orang-orang yang berusaha menghasut, jangan mau diadu domba, Indonesia harus rukun, bekerjasama, berkolaborasi," pinta Prabowo. (Antara)
Berita Terkait
-
Prabowo Dapat Skor 4,9 Soal Empati, Saiful Mujani Beri Sindiran Kalimantan Dibiarkan Terbakar
-
Survei SMRC Ungkap Potret Kapabilitas Tokoh Menuju 2029: Mahfud MD Teratas, Skor Prabowo di Bawah 6
-
Prabowo Mulai Preteli PLN, Bos Lama yang Dekat dengan Jokowi Harus Angkat Kaki
-
Mengenang Omongan Prabowo 2015: Saat Karhutla Tak Kunjung Berstatus Bencana Nasional
-
Kelakar 'Batuk Prabowo', Siasat SBY Jaga Relevansi Tanpa Terlihat Mengkritik
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
Riau Kembali Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan, Berlaku hingga 30 November
-
Pemkab Meranti Perpanjang Belajar Daring Imbas Kabut Asap Belum Reda
-
Pemprov Riau Diminta Ambil Langkah Nyata Terkait Dampak Kabut Asap Karhutla
-
Polda Riau Lanjutkan Kasus Jual Beli Lahan Kawasan Hutan Rokan Hilir
-
Rekomendasi MP Club Ditutup usai Penggerebekan Narkoba, Ini Kata Agung Nugroho