SuaraRiau.id - Sejumlah alat peraga kampanye (APK) di Pekanbaru makin ramai sejak masa kampanye dimulai pada 28 November lalu.
Atribut-atribut kampanye dari spanduk hingga baliho sudah terpasang di beberapa sudut jalan hingga pemukiman Pekanbaru. Tak sedikit dari peraga tersebut melanggar larangan pemasangan.
Tempat terlarang pemasangan alat kampanye di antaranya di pohon, tiang listrik hingga rumah ibadah.
Namun, ada saja pelanggaran tersebut bahkan sempat viral. Contohnya pemasangan atribut kampanye yang terpasang di flyover pertigaan Jalan Imam Munandar-Jalan Jendral Sudirman.
Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian menegaskan bahwa pihaknya sudah menertibkan atribut kampanye yang terpasang di area itu.
Tim di lapangan melakukan penertiban karena pemasangan atribut kampanye di flyover sangat berbahaya bagi pengguna jalan.
"Kita langsung menertibkan atribut kampanye yang terpasang di flyover," ujar dia.
Zulfahmi menyatakan bahwa pihaknya juga menyurati partai yang sudah memasang atribut kampanye di flyover. Mereka mendapat peringatan agar tidak sembarangan memasang atribut kampanye.
Sementara Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun menyampaikan jika penertiban terhadap atribut kampanye yang melanggar peraturan daerah atau Perda terus berlanjut.
Sejumlah atribut kampanye masih terpasang di median jalan, jalur hijau hingga pohon. Pemasangan APK di jalur hijau, trotoar dan median jalan juga tidak diperbolehkan.
Ia menegaskan bahwa pemasangan APK di lokasi itu melanggar Perda Kota Pekanbaru No.13 tahun 2021 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.
"Kita masih temukan, ada beberapa baliho kecil yang menempel di pohon-pohon," kata Muflihun.
Penertiban terus dilakukan Satpol PP Kota Pekanbaru bersama Bawaslu Pekanbaru. Ia menyadari luasnya kota sehingga penertiban belum berlangsung secara menyeluruh.
"Tentu tidak bisa sekaligus, tapi Bawaslu bersama satpol pp berkomitmen untuk terus melakukan penertiban," ulasnya.
Muflihun mengaku pihaknya bekerja sama dengan pihak terkait terus melakukan penertiban terhadap atribut kampanye yang melanggar di lapangan.
Berita Terkait
-
Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen
-
Flyover Latumenten Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026, Bakal Urai Kemacetan Grogol Hingga Slipi
-
Purbaya Akui Belum Terima Usulan Kemenhub soal Anggaran Flyover Kereta Api Rp 4 Triliun
-
Kecelakaan Truk di Flyover Tomang, Material Besi Berserakan Lumpuhkan Jalur
-
Kecelakaan KA Bekasi Timur, Komisi V DPR Dorong Percepatan Flyover Bulak Kapal
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Anggaran Riau Terbatas, SF Hariyanto Ogah Bebani Rakyat dengan Pajak Baru
-
Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera
-
AJI Pekanbaru-GREEN for Riau Initiative Gelar Workshop dan Fellowship
-
Menko Muhaimin Iskandar Apresiasi Efektivitas Pemberdayaan PNM di Gresik
-
Kronologi Pemotor Tewas usai Terpental di Jalan Sudirman Pekanbaru