Indra Gunawan menyebut banyak warga yang menemuinya karena kondisi jalan rusak akibat kendaraan over kapasitas.
"Banyak masyarakat menyampaikan keluhan itu kepada saya, sebagai penyambung lidah masyarakat, saya menindaklanjuti keluhan itu ke pemerintah," sebutnya.
Politikus Golkar ini juga menyayangkan kurangnya pengawasan pemerintah terhadap kondisi ruas jalan Industri Tanjung Buton yang tidak layak dilalui kendaraan over kapasitas.
"Ruas jalan Industri Buton ini tentunya ada batasan kekuatannya, semestinya pemerintah tidak lalai melakukan pengawasan agar kepentingan masyarakat jangan sampai dirugikan, ini kan seolah-olah ada pembiaran," tegasnya.
Menurut Indra Gunawan, semestinya dengan adanya investasi di Industri Tanjung Buton ini, pemerintah proaktif melakukan pengawasan agar pengguna jalan patuh dan bisa menyesuaikan bobot kendaraannya, sehingga aktivitas perusahaan dan masyarakat berjalan dengan baik.
"Kita mendukung investasi, namun pelaku usaha juga hendaknya juga patuh terhadap ketentuan penggunaan jalan, jangan sampai merugikan penggunaan jalan lainnya," beber Indra.
"Ia menegaskan, bahwa pihaknya segera membentuk tim turun langsung melakukan pengawasan, jika pemerintah lambat merespon kondisi yang dialami masyarakat," tutupnya.
Kontributor : Alfat Handri
Tag
Berita Terkait
-
GGB dan SPN Subulussalam Rambah Perkebunan Sawit untuk Jangkau 35.000 Pekerja
-
Naik Jadi Rp2.516, Berikut Daftar Lengkap Harga Sawit Riau Sepekan ke Depan
-
Video Jalan Rusak Parah di Indragiri Hilir, Mobil Harus 'Berenang' saat Melintas
-
Gelar Rembug Tani Nasional, SPKS Minta Hilirisasi Sawit Libatkan Koperasi dan Petani
-
Data HGU Perusahaan Sawit di Babel Seharusnya Dibuka ke Publik, Solusi Konflik Agraria
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Disepakati, APBD Perubahan Riau 2026 Diklaim Berpihak pada Rakyat
-
Calon Komisaris-Direksi BRK Syariah Ditetapkan, Plt Gubri: Tunggu Hasil OJK
-
Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat
-
Kembangkan Limbah Sabut Kelapa, Nasabah PNM Nyalakan Masa Depan Anak Putus Sekolah
-
Antrean Solar Masih Mengular, Pemprov Riau Surati Pertamina Minta Tambah Kuota