SuaraRiau.id - Kasus pembunuhan terhadap remaja yang mayatnya ditemukan terbungkus kain di parit Jalan Pemda, Pangkalankerinci, Pelalawan akhirnya terungkap.
Jajaran Polres Pelalawan menangkap lima pelaku pembunuhan remaja IGH yang jasadnya ditemukan pada Sabtu (5/11/2022) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kapolres Pelalawan AKBP Guntur M Tariq saat dikonfirmasi menjelaskan YB (36), RZ (14), RD (14), EP (21) dan PJ (13) dibekuk setelah diselidiki terlibat dalam pembunuhan berencana ini.
"Motif pembunuhan ini lantaran YB sakit hati kepada korban karena uang hasil penjualan sepeda curian mereka dibelikan ke sabu. Pelaku juga sakit hati sebab korban menghinanya berulang kali," jelas Guntur dikutip dari Antara.
Setelah serangkaian penyelidikan, pihaknya berhasil meringkus pelaku di tempat berbeda. Guntur menyebutkan tiap pelaku memiliki peran berbeda pula dalam melancarkan aksi pembunuhan ini.
YB yang merupakan otak pelaku bertugas membacok korban hingga tewas. Kemudian tersangka RZ menjemput korban dan ikut serta membacok.
RD dan PJ yang merupakan anak di bawah umur ikut membantu membungkus mayat korban dan membuangnya ke semak-semak. Sedangkan EF, bertugas sebagai sopir dan membantu para pelaku membuang mayat korban.
"YL yang merupakan otak perbuatan ini terpaksa diberikan tembakan di kaki kirinya karena sempat berusaha kabur saat dilakukan pengembangan," lanjut Guntur.
Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana junto pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Sebelumnya diketahui warga dikejutkan atas penemuan mayat seorang laki-laki tanpa identitas yang terbungkus kain mengapung di parit tak jauh dari pemukiman warga.
Penemuan bermula saat anak-anak sedang memancing di parit dan mencium aroma busuk di sekitar lokasi memancing. Saat dicek, ternyata ada sesosok mayat yang terbungkus kain mengapung.
Berdasarkan hasil autopsi RS Bhayangkara, korban IGH diperkirakan telah meninggal 3-7 hari sebelum ditemukan mengapung di parit. (Antara)
Berita Terkait
-
Dibuat Sibuk Akibat Ulahnya, Ferdy Sambo Minta Maaf ke ART hingga Penjaga Rumah, Titip Jaga Anaknya di Rumah
-
PRT Kodir Bingung Dengar Suara Tembakan di Rumah Dinas Ferdy Sambo
-
Pria Pembunuh Mantan Pacar di Muara Panas Diringkus di Jambi, Kapolres Solok Kota Belum Beberkan Motif dan Kronologinya
-
Kepala Wanita Muda Ini Dibenturkan ke Dinding oleh Mantan Pacar hingga Tewas, Alasannya Bikin Miris
-
Lepas Rindu, Susi Berpelukan dengan Putri Candrawathi Saat Sidang, Psikolog Forensik: Ada Ikatan Emosional
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Sekolah TK-SMP di Pekanbaru Diliburkan Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
-
Pamer Tuak di Pacu Jalur, TikToker asal Sumut Akhirnya Minta Maaf
-
Pemadaman Karhutla di Pelalawan Terhambat Angin Kencang dan Asap Pekat
-
3 Oknum Polsek Rupat Utara Terbukti Bersalah Diminta Pindah ke Luar Riau