Eko Faizin
Senin, 08 Agustus 2022 | 14:04 WIB
Tangkapan layar video oknum sopir taksi diduga peras penumpang Bandara Pekanbaru. [Instagram]

Setelah perdebatan panjang, para oknum tersebut lantas meminta sejumlah uang dan ketentuan bersyarat. Dimana, timnya harus melanjutkan perjalanan dengan taksii oknum pelaku pemerasan hingga keluar Bandara SSK II.

Unggahan tersebut pun sempat viral di dunia maya. Hingga kini, postingan tersebut beramai-ramai dikomentari netizen. Tersamasuk, salah satu Komika kawakan, Megi Irawan. Dalam lewat akun @megiirawann, ia menyampaikan kekesalan dan rasa malunya sebagai bagian dari warga Pekanbaru.

"Onde pak, tobat pak, razaki masing-masing la ado pak. Masa urang rental apak gaduh juo. Malu pak urang nio ka pakan, takuik jadinyo kalo digikoan (Aduh Pak, tobat Pak, rezeki masing-masing sudah ada Pak. Masa orang rental bapak ganggu juga. Malu Pak orang mau ke Pekan, takut jadinya kalau dibegitukan, red) ," tulisnya setelah postingan tersebut diunggah akun @bramadity.

Tak hanya akun @megiirawann, akun lain @pamandho turut berkomentar dan menyinggung pemangku kuasa untuk menuntaskan kasus premanisme yang terjadi.

"Cc @syamsuar.official @ericthohir @muflihun.sstp.map @sandiuno mohon ditertibkan pak.. Di gerbang Pekanbaru saja sudah banyak Premanisme pak," tulisnya.

Setelah viral, menurut informasi yang didapat Riauonline, kasus ini berlanjut dengan laporan ke penegak hukum. Pelapor atas nama Bram Aditya melaporkan Syafril sebagai terlapor oknum pemerasan.

Namun setelah ditelusuri di Polsek Bukitraya, melalui Kanit Reskrim Polsek Bukitraya, Iptu Dodi Vivino, mengatakan kedua belah pihak telah sepakat berdamai.

“Sudah berdamai, Syafril meminta maaf kepada Bram dan kawan-kawan,” ujarnya, Jumat (5/8/2022).

Load More