Setelah perdebatan panjang, para oknum tersebut lantas meminta sejumlah uang dan ketentuan bersyarat. Dimana, timnya harus melanjutkan perjalanan dengan taksii oknum pelaku pemerasan hingga keluar Bandara SSK II.
Unggahan tersebut pun sempat viral di dunia maya. Hingga kini, postingan tersebut beramai-ramai dikomentari netizen. Tersamasuk, salah satu Komika kawakan, Megi Irawan. Dalam lewat akun @megiirawann, ia menyampaikan kekesalan dan rasa malunya sebagai bagian dari warga Pekanbaru.
"Onde pak, tobat pak, razaki masing-masing la ado pak. Masa urang rental apak gaduh juo. Malu pak urang nio ka pakan, takuik jadinyo kalo digikoan (Aduh Pak, tobat Pak, rezeki masing-masing sudah ada Pak. Masa orang rental bapak ganggu juga. Malu Pak orang mau ke Pekan, takut jadinya kalau dibegitukan, red) ," tulisnya setelah postingan tersebut diunggah akun @bramadity.
Tak hanya akun @megiirawann, akun lain @pamandho turut berkomentar dan menyinggung pemangku kuasa untuk menuntaskan kasus premanisme yang terjadi.
"Cc @syamsuar.official @ericthohir @muflihun.sstp.map @sandiuno mohon ditertibkan pak.. Di gerbang Pekanbaru saja sudah banyak Premanisme pak," tulisnya.
Setelah viral, menurut informasi yang didapat Riauonline, kasus ini berlanjut dengan laporan ke penegak hukum. Pelapor atas nama Bram Aditya melaporkan Syafril sebagai terlapor oknum pemerasan.
Namun setelah ditelusuri di Polsek Bukitraya, melalui Kanit Reskrim Polsek Bukitraya, Iptu Dodi Vivino, mengatakan kedua belah pihak telah sepakat berdamai.
“Sudah berdamai, Syafril meminta maaf kepada Bram dan kawan-kawan,” ujarnya, Jumat (5/8/2022).
Berita Terkait
-
Kunjungan Wisatawan ke Bantul Pekan Ini Turun 31 Persen, Ini Faktor Penyebabnya
-
Video: Inilah Pesona Keindahan Alam Desa Wisata Cibuluh Subang
-
Wakil Gubernur Bali: 1.900 Pesepeda Gran Fondo New York Bantu Pemulihan Pariwisata
-
Sebut Bali Penuh Kotoran Sapi, Pauline Hanson Dikenal Politikus Rasis
-
7 Tips Wisata ke Tempat Baru, Jangan Sembarangan Memotret!
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Jenderal Listyo Tersangka Penyadapan Presiden, Pernah Diberi Anugerah Adat LAM Riau
-
Ratusan iPhone Berbagai Tipe dari Batam Diamankan di Perairan Tembilahan
-
Dari Tiket Hingga Akomodasi, Nikmati Beragam Penawaran Perjalanan Menarik
-
Kasus ISPA akibat Karhutla Tembus 401 Ribu, Riau Sempat Catat 23 Kasus Sehari
-
Polda Riau Didesak Usut Dugaan Herri Pras Lecehkan UAS dan Ustaz Adi Hidayat