Kebetulan, keesokan harinya adalah bulan Ramadan, Deni pun ikut berpuasa sebulan penuh layaknya seorang muslim.
“Jadi saya belum Islam tapi saya ikut puasa sebulan penuh, nggak kalah saya. Nah sebelum tidur itu saya ikutin nasihat si ustaz itu. Di situlah saya dapat tiga petunjuk,” ujarnya.
Petunjuk yang pertama, Deni dibuat pingsan saat mendengar adzan magrib pas berbuka puasa.
“Saya nungguin magrib saya setel radio, pas saya setel tiba-tiba dengar adzan, pas saya dengar adzan saya kaget setengah mati. Saya sampai kelengerlah, kaya pingsan nggak inget sementi dua menit, kaget, gemeter. Padahal saban hari saya dengar adzan biasa aja,” tuturnya.
Karena penasaran dengan peristiwa yang dialaminya itu, Deni langsung menemui ustaz yang memberinya nasihat tadi.
“Dia bilang, oh itu mungkin petunjuk. Terus doa lagi sama Tuhan maksudnya petunjuk apa tuh. Nah saya makin semangat,” ujarnya.
Petunjuk kedua yang dialami Deni terjadi ketika ia sedang tidur. Dirinya mengaku, bermimpi menonton televisi dan melihat tayangan musik rebana.
“Nah rebana itu kan syiar Islam juga,” katanya.
Kemudian, petunjuk ketiga inilah yang mengubah kehidupannya. Pengalaman tersebut membekas hingga kini dan jika mengingatnya Deni mengaku merinding. Karena apa yang dialaminya berkaitan dengan hal gaib.
“Jadi pas malam ke 27 Ramadan (malam lailatul qadar), ustad tadi manggil saya ke rumahnya. Dia bilang, Den kalau bisa ini malam jangan tidur, kalau saya jelasin kamu nggak akan ngerti. Tapi menurut Islam di bulan Ramadan ada satu malam istimewa, mungkin ini malamnya,” ujarnya.
Deni kembali menuruti omongan sang ustaz. Ia lantas bergegas pulang, ke rumah orangtuanya yang berlantai dua. Di situ ia merenung sekira pukul 01.00 WIB.
“Saya kaya orang tafakur, saya diem ngadep kiblat. Nah pas lagi saya mikirin gitu tiba-tiba tangan saya seperti dipegang, saya nggak tahu bentuknya apa. Itu bukan mimpi. Itu sadar banget. Nih kalau dibilang gaib ya gaib,” ujarnya.
Oleh sosok tak kasat mata itu Deni dituntun ke tempat wudhu yang biasa digunakan oleh para pekerja di rumah orangtuanya.
“Wudhunya ya Alloh, kaya dibersihin mungkin dosa-dosa saya. Kemudian saya salat dua rakaat. Saya cuma ikutin gerakan aja, saya belum bisa baca doa.”
Penasaran dengan apa yang dialaminya itu, Deni kembali menemui ustaz yang memberikannya saran tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Dicibir Islam Agama Orang Miskin, Jusuf Hamka Skakmat Teman-temannya: Sekarang Kaya Besi Berani pada Nempel
-
Tidak Dapat Warisan Ketika Pindah Agama dari Islam Memeluk Kristen, Yati Surachman Pasrah
-
Nur Afni Octavia Pindah Agama: Saya Tahajud, Bertanya Siapakah Engkau Yesus?
-
Penyanyi Nur Afni Octavia Peluk Kristen, Nangis Saat Umrah Lihat Yesus di Atas Kabah
-
Salat Tahajud, Nur Afni Octavia Berdoa: Apa Saya Berdosa Cari Tahu Tentang Yesus?
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Kabut Asap Pekat, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Jarak Jauh
-
Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo
-
Sekolah di Pelalawan Pulangkan Siswa Akibat Kabut Asap Memburuk
-
Kualitas Udara di Siak Sangat Tidak Sehat, Sekolah Masih Diliburkan
-
Kabut Asap, Citilink Berputar-putar Sebelum Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru