SuaraRiau.id - Berawal dari Front Persatuan Islam, ormas ini kemudian belakangan berubah nama jadi Front Persaudaraan Islam.
Ormas Front Persaudaraan Islam (FPI) kini mempunyai pemimpin baru. KH Qurthubi Jaelani ditetapkan sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat FPI.
Buya Qurthubi sebelumnya merupakan tokoh yang disegani di kalangan internal Front Pembela Islam. Ia juga mantan ketua Front Pembela Islam Banten.
Dalam deklarasi Front Persaudaraan Islam, KH Qurthubi Jaelani merupakan salah satu deklarator FPI pada 8 Januari 2021.
Dalam deklarasi tersebut juga dihadiri tokoh lain, di antaranya KH Ahmad Shabri Lubis, KH Awit Mashuri, KH Tb Abdurrahman Anwar, KH Maksum Hasan, HB Muchsin Alatas, Teungku Muslim Attahiri, HB Umar Abdul Aziz Assegaf, HB Umar Assegaf, HB Bagir Bin Syech Abubakar, HB Hasan Assegaf, HB Faisal Alhabsy, KH Muhammad Arif Nur, HB Alwi Baraqbah dan Munarman
KH Qurthubi dekat dengan Habib Rizieq, foto-fotonya dengan Habib Rizieq terlihat. Saat Habib Rizieq bermukim di Arab Saudi, KH Qurthubi umrah menyempatkan bertamu dan bersilaturahmi dengan Imam Besar FPI tersebut.
Mengutip Hops.id--jaringan Suara.com, KH Qurthubi juga mempunyai lembaga pendidikan Islam yaitu Pondok Pesantren Salafiyyah Al Futuhiyyah Lebak Banten.
Ia bersama FPI Banten pernah membuat terobosan yaitu memberikan bantuan sosial rumah bagi warga korban banjir bandang Lebak beberapa waktu lalu. Jadi FPI Banten membeli lahan sawah dan dibangunkan rumah untuk para korban banjir bandang.
Soal kelembagaan FPI, ormas ini punya dua asas dalam satu kesatuan. Asas keagamaan FPI adalah Islam, asas kebangsaan FPI adalah Pancasila. Asas ini tertera dalam Pasal 5 AD FPI.
FPI ini punya 5 paradigma juang yaitu Bela agama dan bela negara; Dakwah dan pendidikan Islam; Penegakan hukum dan HAM; Kemanusiaan dan penanggulangan bencana; Pengembangan media yang jujur dan amanah;
Sedangkan untuk program FPI punya tiga program juang unggulan yaitu deliberalisasi, deradikalisasi dan aswajaisasi.
Deliberalisasi yaitu menjaga Islam dan Pancasila dari rongrongan ideologi liberal yang menyerang Islam dan Pancasila, serta melahirkan bahaya ateis dan komunis serta kapitalis.
Untuk program deradikalisasi yaitu menjaga Islam dan Pancasila dari rongrongan ideologi radikal yang merusak Islam dan Pancasila serta melahirkan bahaya ekstrimis, teroris serta separatis.
Program Aswajaisasi yaitu menyebar luaskan ajaran ahlu sunnah wal jamaah yang menebar rahmatal lil alamin melalui dakwah dan hisbah serta jihad konstitusional.
Tag
Berita Terkait
-
FPI Baru Deklarasi, Ngabalin: Apapun Namamu, Kalau Kau Pendukung Khilafah
-
Buya Qurthubi Terpilih Jadi Ketum FPI, Novel Bamukmin Ungkap Sosoknya
-
Ada Dugaan Pelanggaran Prokes di Deklarasi FPI di Bandung, Satpol PP Angkat Bicara
-
Massa Berkerumun dan Tak Pakai Masker, Deklarasi FPI di Bandung Ternyata Tak Berizin
-
Deklarasi FPI Jawa Barat Langgar Aturan, Ratusan Masa Berkerumun dan Tak Pakai Masker
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Wasit Ginanjar Disebut Lontarkan Umpatan, Pelatih PSPS: Sangat Tidak Respect!
-
Kualitas Udara Pekanbaru Membaik, Sejumlah Taman Kota Kembali Dibuka
-
Belasan Wanita dan 2 Pria Terjaring Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru
-
PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan
-
Sejumlah Sekolah di Pekanbaru Masih Tahan Ijazah Siswanya