SuaraRiau.id - Seorang wanita yang berprofesi sebagai dokter ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran maut di Pasar Malabar, Tangerang, Banten.
Dokter MA (29) tega membakar sebuah bengkel hingga menewaskan 3 orang. Dokter muda tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi melakukan gelar perkara.
Dari hasil gelar perkara itu, polisi menemukan adanya unsur kesengajaan.
“Tersangka MA. Pekerjaan dokter,” terang Kasubag Humas Polres Kota Tangerang, Kompol Abdul Rochim dikutip dari Terkini.id--jaringan Suara.com, Selasa (10/8/2021).
Ia menyampaikan bahwa tersangka MA sengaja melempar dua bungkus bensin ke arah bengkel. Kemudian bengkel terbakar dan terdengar bunyi ledakan.
“Dari pengakuan pelaku bahwa pelaku hanya melempar dua bungkus plastik berisi Pertamax ke dalam bengkel dan langsung meledak,” ujar Rochim.
Sebelumnya, Kapolsek Jatiuwung Kompol Zazali Hariyono juga menyampaikan adanya unsur kesengajaan di balik insiden maut tersebut.
“Dugaannya ada kesengajaan, ada unsur kesengajaan,” ungkap Kapolsek.
Kompol Zazali mengatakan, total ada 11 saksi yang sudah diperiksa. Salah satunya adalah MM, pacar Lionardi berusia 34 tahun, anak pemilik bengkel yang juga tewas dalam kejadian itu.
“(Ada) 11 (saksi diperiksa) sama si pacar korban,” imbuhnya.
Seperti diketahui, kebakaran terjadi pada Jumat 6 Agustus 2021 sekitar pukul 23.10 WIB, yang menewaskan tiga orang satu keluarga.
Dalam insiden maut itu, tiga korban yang tewas diketahui bernama Edy Syahputra (66), selaku pemilik bengkel, serta istrinya, Lilys Tasim (55), dan anaknya, Lionardi Syahputra (34).
Dari berbagai sumber, MA nekat membakar bengkel tersebut dengan bensin diduga lantaran sakit hati karena tidak direstui nikah dengan anak pemilik bengkel, Lionardi.
Berita Terkait
-
Bengkel Terbakar, Polisi Temukan 5 Kantung Plastik Isi Bensin di Mobil Pacar Korban
-
Dalami Kasus Kebakaran Bengkel di Cibodas, Polisi Temukan Plastik Tempat Bensin
-
Kebakaran Bengkel di Cibodas, Sejumlah Warga Terjebak di Lantai Tiga
-
Potret Honda Monkey Tak Lagi Imut, Berevolusi Jadi Semakin Garang
-
Masa PPKM, Terjadi Penurunan Kunjungan Konsumen ke Bengkel Resmi
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Polda Riau Lanjutkan Kasus Jual Beli Lahan Kawasan Hutan Rokan Hilir
-
Rekomendasi MP Club Ditutup usai Penggerebekan Narkoba, Ini Kata Agung Nugroho
-
Antrean BBM Masih Mengular, Pemprov Riau Klaim Siapkan Sejumlah Langkah
-
ISPA Dominasi 11.707 Kasus Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap di Pekanbaru
-
Karhutla Riau Capai 20.691 Hektare, Bengkalis dan Pelalawan Penyumbang Terbesar