SuaraRiau.id - Media sosial sedang dihebohkan dengan video yang memperlihatkan seseorang memakai baju hazmat diduga jual hasil swab dalam bus.
Seorang penumpang kemudian merekam aksi wanita yang menawarkan hasil swab kepada penumpang bus. Si perekam menyebut di kaca bus jurusan Padang-Bukittinggi.
Video yang diunggah akun Instagram @sumsel_aktif itu sudah dilihat ribuan kali dengan berbagai macam komentar.
Si perekam dalam video sempat bertanya kepada wanita berpakaian hazmat itu.
"Bayar berapa itu buk?," tanyanya. "90 (ribu) pak," jawab si wanita sambil terus melayani penumpang di dalam bus.
"Itu dikasih jangka waktu berapa?," tanya-nya lagi. "24 jam pak," tanya perekam lagi.
Dari rekaman video, tampak di kaca depan bus jurusan Padang-Pariaman-Bukittinggi-Padang Panjang-Payakumbuh.
Sementara itu, akun @sumsel_aktif menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi di jalur tol, namun dia tidak merincikan lokasi kejadian tersebut.
"Kondisi ada di dlm tol jd penumpang mau gak mau, suka tdk suka ya belilah. Mau turun ditol bgmn?. Ini yg bikin Indonesia kacau balau gak rampung2 covidnya tanpa swab bs naik bs ke luar kota, saling tular menular tanpa henti. Hebat! Hebat! Hebat! Hebaaattt mrk mencari keuntungan utk diri sendiri...tdk peduli sikon pandemi negara... Ternyata semua jd ladang bisnis berkedok covid... mbaknya bilang tidak ikhlas gambarnya di viralkan," tulis akun @sumsel_aktif.
"Saya sebagai rakyat juga sama, tidak ikhlas melihat bisnis hasil swab palsu ini," katanya.
Dia pun mendoakan agar uang hasil penjualan hasil swab itu menjadi petaka bagi pelaku.
"Semoga duit hasilnya menjadi sesuatu yg sangat menyedihkan bagi mereka para oknum² covid yg tdk bertanggung jawab, sedih banget merasakan capek di beri vaksin...tp bs lolos tanpa vaksin dan swab," tulisnya.
"Mhn dibantu...Tulisan dikaca Bis Jurusan Padang - Bukittinggi. Dimanakah ini," katanya lagi.
Postingan itu pun diserbut warganet. Rata-rata mereka berkomentar sinis atas aksi tersebut.
"Rumah sakit jg bnyak yg mengkomersilkan dri, faktanya pemaksaan vaksin terhadap yg tidak terpapar, org tua saya sdah vaksin jg msih bisa kena covid ( berdasarkan data dan keterangan pihak rmah skit), pdahal keluhan msuk RS cma vertigo dan mag, sertifikasi vaksin justru djadikan salah satu syarat utk urus bbrp kperluan identitas, bahkan sedang di godok syarat msuk mall, tmpat ibdah d btasi, mall msih buka," tulis akun @akang_andhie.
Berita Terkait
-
Calo Tiket Pesawat Ditangkap Gegara Jual Surat Hasil Swab PCR Palsu
-
Pemalsuan Surat Swab Antigen di Depok, Pelaku Patok Harga Rp 50 Ribu per Suket
-
Kota Padang PPKM Level 4, Penyekatan Wilayah Perbatasan Ditiadakan
-
Jadi Favorit Warga Jogja, Warganet Sedih RM Padang Palanta di Pogung Tutup Permanen
-
Viral Penghulu Tolak Nikahkan Pengantin Belum Swab, Pengantin Diarak ke Puskesmas
Terpopuler
- Mahfud MD Soal Gugatan Pendidikan Gibran: Kalau Saya Hakimnya, Saya Mau Buat Terobosan
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- Bedak Tabur yang Bagus Merek Apa? Ini 7 Rekomendasinya yang Awet Menahan Minyak
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Bangkai Paus Terdampar di Hutan Mangrove Sungai Bahale Indragiri Hilir
-
PPPK Paruh Waktu dan Honorer Pemprov Riau Terlindungi Jaminan Sosial
-
Gepeng di Pekanbaru Banyak Pendatang, Dinsos: Bukan Cari Nafkah Tapi untuk Kaya
-
Harta Kekayaan Misharti, Wabup Kampar Disorot usai Viral Tegur Guru Honorer
-
Balita dan Lansia Pekanbaru Paling Banyak Terjangkit ISPA Akibat Kabut Asap