SuaraRiau.id - Rumput liar merupakan tumbuhan yang sangat mengganggu dan sangat sulit untuk dibasmi. Walaupun sering kali dibersihkan, namun beberapa hari kemudian rumput liar ini akan muncul kembali.
Hal ini tentu saja mengganggu tanaman inti, bahkan juga membuat pemandangan halaman rumah atau tanaman terganggu.
Berikut cara menghilangkan rumput liar sesuai yang dibagikan akun Kementerian Pertanian @kementan, dikutip pada Minggu (7/2/2021).
Air panas
Cara pertama dengan menggunakan air mendidih. Biasanya rumput liar akan layu mati jika terkena siraman air panas, karena air mendidih akan melelehkan permukaan rumput liar dan merusaknya.
Cara sangat mudah, siramlah air panas ke tempat di mana rumput liar bisa tumbuh.
Pemutih
Jika rumput liar tumbuh di celah jalan setapak atau di tembok rumah, cobalah menuangkan sedikit pemutih murni di atasnya.
Setelah satu sampai dua hari rumput liar akan mudah ditarik dan tidak tumbuh kembali.
Koran
Koran bisa digunakan untuk membasmi rumput liar/gulma, karena koran menghalangi sinar matahari dan oksigen untuk mencapai tanah. Caranya, simpan 10 lapisan koran, lalu basahi untuk menahannya dan tutup dengan mulsa.
Jika gulma mulai tumbuh pada mulsa tambahkan lagi lapisan koran yang akhirnya akan membusuk dan menyuburkan tanah.
Garam
Cara penggunaan garam sangat mudah, cukup taburkan garam ke tempat rumput liar tumbuh. Usahakan jangan sampai mengenai tanaman lainnya.
Jangan lupa siram air secukupnya. Kandungan garam nantinya berfungsi menyerap air pada rumput liar, kemudian lama kelamaan akan mengering dan mati.
Cuka
Campurkan cuka dengan sabun cuci piring secara merata dan semprotkan pada gulma yang mengganggu.
Kandungan aetic acid pada cuka mematikan gulma secara perlahan tapi pasti dan sabun cuci akan membuat cuka melekat pada dedaunan. Pastikan sebelum menyemprot tutup tanaman lain agar tak kena.
Selamat mencoba ya!
Berita Terkait
-
Susah Payah Persija Kalahkan Persik, Shin Tae-yong Sebut Rumput JIS Tidak Layak!
-
Delegasi ARLI ke China, Bahas Masa Depan Industri Rumput Laut Indonesia
-
Gugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Sebut Hukum Masih Pakai Standar Laki-Laki
-
Cara Menghilangkan Flek Hitam dengan Jeruk Nipis dan Garam, Apakah Aman?
-
Bea Cukai Gagalkan Impor Garam, Beras, & Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp 27 Miliar
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Polisi Bunuh Ibu Kandung Alami Gangguan Mental, Kok Masih Dinas di Polda Riau?
-
Ditahan Polisi, Bidan Desa di Rokan Hilir Ngaku Diperlakukan Tak Manusiawi
-
Polisi Bakar 23 Rakit Tambang Emas Ilegal di Kuansing, Tak Ada Pelaku yang Ditangkap
-
APBD Perubahan Riau 2026 Sudah Bisa Dicairkan, tapi Fokus Tunda Bayar
-
Berdinas di Polda Riau, Polisi Bunuh Ibu Kandung saat Jalani Rawat Jalan Kejiwaan