SuaraRiau.id - Dokter sekaligus influencer Tirta Mandira Hudhi alias dr Tirta naik pitam melihat sejumlah artis yang tampil untuk kepentingan konten dan entertainment hanya memakai pelindung mata atau eyeshield tanpa masker.
Menurut Dokter Tirta, hal tersebut tak adil jika dibandingkan dengan masyarakat yang dikejar-kejar denda ketika lalai memakai masker.
Menyadur dari Hops.id--jaringan--Suara.com, Jumat (15/1/2021), pernyataan itu disampaikan Dokter Tirta dalam sebuah siaran langsung Instagram.
Sambil marah, ia juga menyorot para warga yang usahanya terpaksa ditutup akibat tak menerapkan protokol kesehatan, berbanding terbalik dengan para artis.
“Kenapa kita marah, soalnya rakyat nggak pakai masker kena denda. Mana keadilannya? Gue ini di lapangan ngerti rakyat diuber-uber, angkringan dibubarin, rumah makan dibubarin, gara-gara nggak patuh protokol," ujar Dokter Tirta dalam siaran langsungnya.
"Terus gara-gara konten dan entertainment lu boleh pakai eyeshield doang?,” sambungnya.
Oleh sebabnya dia meminta agar keadilan dapat ditegakkan tanpa pandang bulu, baik dari kalangan rakyat jelata maupun artis yang tidak mematuhi protokoler kesehatan.
“Rakyat itu lu tahu nggak, denda 250 ribu (rupiah) gara-gara Covid dan enggak pakai masker. Lu pakai eyeshield (nggak pakai masker) enak, lu artis enggak pernah diapa-apain. Gua dan rakyat jelata ingin keadilan doang,” tuturnya.
Menurut Dokter Tirta, seperti yang terdapat pada program dan kebijakan dari pemerintah, seharusnya para artis mematuhi aturan tersebut dengan memakai pelindung wajah (Faceshield) bukan eyeshield. Itu pun sebenarnya efektivitas penggunaan faceshield untuk mencegah COVID-19 masih ditentang di oleh para dokter.
Baca Juga: Pesta Langgar Prokes Usai Divaksin, Raffi Ahmad Digugat ke Pengadilan
“Itu eyeshiled bukan faceshield, ada kewajiban dari UU, promenkes, dan instruksi presiden mengatakan patuh protokol. Di aturan masih faceshield, itupun masih ditolak sama dokter,” katanya.
Dianggap cari panggung
Lebih lanjut dia sebagai salah satu relawan COVID-19 menegaskan hanya ingin mengingatkan panggung hiburan atau dunia entertainment yang kerap tidak patuh terhadap protokler kesehatan.
Namun sayangnya, Dokter Tirta kerap dianggap mencari panggung belaka oleh sejumlah pihak. Padahal niatnya tidak lebih untuk mengingatkan dan menuntut keadilan adanya persamaan perlakuan antaran rakyat jelata dengan artis yang berada di dunia hiburan.
“Yang kemarin ngatain gue pansos, cari panggung gara-gara gue nyenggol Mbak Melly, eh bro lu tahu nggak definisi faceshield sama eyeshield? Gua ini cari makan dari sepatu, bukan dari entertainment. Gue nggak butuh panggung,” tegasnya.
“Gue cuma ingin keadilan, orang di bawah (rakyat jelata) banyak yang nggak bisa makan karena adanya protokol. Wajar dong gue tanya, ini (artis) kok pakai eyeshield,” lanjutnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Tambah 50 Persen Kuota BBM, Pertamina Klaim Stok untuk Riau Aman
-
Penyeberangan Roro Bengkalis Resmi Gunakan Sistem Tiket Elektronik
-
Kasus Korupsi Flyover Simpang SKA, KPK Periksa Kepala Kantor Semen Padang Riau
-
Terungkap Temuan Baru Obat-obatan di Klinik Ilegal Eks Finalis Puteri Indonesia
-
Menantu Ajak Rekan Habisi Nyawa Mertua di Pekanbaru: Kejahatan Sangat Keji