SuaraRiau.id - Mantan Menteri Kehakiman Muladi meninggal dunia. Muladi juga Gubernur Lemhannas RI periode 2005-2011. Muladi merupakan mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip), Kota Semarang, Jawa Tengah.
"Telah meninggal dunia gubernur Lemhannas RI periode 2005-2011, semoga almarhum Prof Dr Muladi husnul khotimah, diberikan tempat terbaik di sisi-Nya," ucap Kepala Subbag Hubanlem Lemhannas Endah Heliana, Kamis (31/12/2020).
Almarhum juga pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman (Menkeh) Kabinet Pembangunan VII (1998) dan Kabinet Reformasi Pembangunan merangkap Menteri Sekretaris Negara (1998–1999).
Muladi pernah menjadi anggota MPR pada 1997, dan hakim agung Mahkamah Agung (MA) (September 2000–Juni 2001), serta pernah aktif di partai sebagai Ketua DPP Partai Golkar Bidang Hukum dan HAM (2009–2014) dan Ketua Mahkamah Partai Golkar (MPG).
Tag
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Wacana Tol Pekanbaru-Kuansing, Hubungkan Riau dengan Sumbar
-
Rumah Sakit di Pekanbaru Dilarang Bedakan Pelayanan Pasien BPJS dan non-BPJS
-
Resmi Dibuka Plt Gubri, Pacu Jalur 2026 Kuansing Hadirkan Dwibahasa
-
3 Oknum Polisi Disidang Etik Dugaan Penganiayaan Warga Rupat Utara Bengkalis
-
Sengketa Lahan di Rohul Memanas, Warga Sebut Perusahaan Perkeruh Keadaan