SuaraRiau.id - Azlaini Agus meminta pencabutan izin bagi tempat terhadap tempat yang berpotensi menimbulkan maksiat.
Anggota Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Melayu Riau (FKPMR) itu mendesak pemerintah daerah (Pemda) baik kabupaten/kota agar menutup hiburan malam karena berpotensi tempat transaksi narkoba.
"Mendesak Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menutup dan mencabut izin tempat-tempat hiburan dan tempat-tempat praktek maksiat dan transaksi narkoba," terang Azlaini dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Senin (7/12/2020).
Azlaini menyebut pada bulan Desember 2019 yang lalu FKPMR bersama MUI Provinsi Riau dan sejumlah ormas Islam sudah mengeluarkan Pernyataan Bersama menolak pemberian izin tempat hiburan malam.
Hal ini kemudian sudah ditindaklanjuti kepolisian dengan melakukan razia dan penertiban beberapa tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru.
"Pihak kepolisian sudah merespons pernyataan tokoh-tokoh Masyarakat dan alim Ulama tersebut dan sudah melakukan razia," sebutnya.
Ia berharap langkah ini seharusnya ditindaklanjuti dengan mencabut izin tersebut sehingga tidak perlu lagi dilakukan penertiban berulang.
"Seharusnya bupati atau walikota juga merespons dengan menutup dan mencabut izin tempat tersebut," ujar Azlaini.
Sebelumnya diberitakan, Azlaini kecewa terhadap pemerintah kota Pekanbaru yang kembali memberi izin kepada Club Pub and KTV Star City. Azlaini menyebut pemberian izin kembali ini sebagai bentuk rendahnya moralitas.
Berita Terkait
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Polisi Ringkus Komplotan Begal Sadis di Pekanbaru, Belasan Motor dan Mobil Disita
-
Kapolda Riau Beri Nama Nona Seroja untuk Anak Gajah di Tesso Nilo, Apa Maknanya?
-
Kifayah, Novel Misteri Spiritual yang Sulit Dilepaskan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Membuka Jalan untuk Difabel, PNM Hadirkan Pelatihan Vokasi Menuju Kemandirian
-
Minyak Sawit dan Kopi Indonesia Jadi Komoditi Paling Diminati di Chongqing
-
Cerita Robot-robot Tahan Ledakan Bikinan Anak Muda dari Chongqing
-
Makin Kuat Bersama Danantara, PNM Perluas Harapan bagi 23,1 Juta Pengusaha Ultramikro
-
Changan Automobile: Industri Mobil Pintar Bertenaga Energi Terbarukan