Seminggu sebelumnya pulang, ulang tahun Krisna. Jadi memang dia pulang, dia biasanya datang Sabtu. Jadi ulang tahun Krisna kita jalan-jalan seharian ke Semarang, makan-makan cari kado.
Waktu itu dia memang bilang malas sebenarnya liputan ke Mbah Maridjan. Saya bilang, "ya sudah enggak usah liputan." Dia bilang, Mbah Maridjan enggak mau kalau bukan dia. Teman-temannya juga bercerita kalau biasanya untuk liputan itu dibelikan tiket pesawat pulang dan pergi secara langsung, tapi dia enggak mau. Dia bilang minta dibelikan tiket sekali jalan saja, harus mampir ke Ambarawa untuk menengok anak dan istri.
Kita jarang bertemu, enggak ada firasat juga. Kita bisa bertemu satu minggu sekali saja saya sudah syukur sekali. Jadi untuk waktu dikatakan kurang ya tidak, dikatakan berlebihan ya tidak. Kalau dia pas lagi libur dia memang full mau buat keluarga, dia tidak mau liputan.
Kalau firasat sih, 10 hari sebelumnya memang dia cerita, bapak ibunya kan sudah meninggal ya. Dia mimpi nyopir sama bapak dan ibunya, orang tuanya beli mobil baru. Saya tanya ke mana, dia jawab beli sarapan.
Saat peristiwa terjadi, posisi Bu Naning sedang di mana dan bagaimana situasinya?
Posisi saat itu saya ada di rumah, Selasa sore saya di Ambarawa. Saya setiap sore selalu kegiatan gereja, tapi enggak tahu kenapa hari itu saya absen, saya ingin di rumah saja. Ayah saya itu tanya "ke gereja tidak?" Saya jawab mau di rumah saja. Terus ayah saya itu minta diantarkan, ya sudah saya antarkan. Saya antar Bapak Ibu, di jalan itu ada missed call terus, itu antara jam 18.00 hingga 18.30 WIB. . Itu BBM ya saya bilang di grup, telepon saya kira kira 30 menit lagi, saya di jalan.
Sampai di rumah saya ditelepon, ditanyai nomor suami saya yang mana, saya bilang yang ini, yang lainnya lagi, yang ini, yang lain lagi, yang ini, gitu kata saya. Terus dibilang kalau enggak bisa dihubungi, terus saya bilang memang kalau di Merapi itu susah sinyalnya. Karena sebelumnya saya juga sempat ke sana sama orang gereja, sinyalnya itu buruk.
Mungkin karena saya nyerocos terus itu ya terus dibilang "Mbak ini saya Teguh, kita kehilangan kontak, kita tidak bisa menghubungi." Saya langsung matikan, saya setel TVOne itu gambarnya sudah beda. Untuk kalut itu saya enggak karena buat saya itu bukan kepastian. Jadi saya cuma bilang ke orang tua saya begini. Saya kemudian telepon sopir saya dan mengajak ke Jogja. Jadi saya cuma posisi berdua sama sopir, saya memutuskan ke Jogja.
Saya berangkat sekitar jam 19.00 WIB. Lepas dari Secang saya mulai masuki rumah sakit, setiap rumah sakit saya masuki. Jam 20.00 WIB itu anak saya telepon, katanya "dompet Bapak sudah ketemu." Ada foto anak saya. Kemudian saya bilang ke dia, kalau itu memang dompetnya bapak, kita harus mempersiapkan kondisi yang terburuk.
Kebetulan suami saya aktif di paguyuban UGM yang buat nasrasni itu, nah saya ditelepon, ditunggu di rumah sakit yang ada di Pakem. Nah saya menunggu di situ sama sahabat saya dan sahabatnya Wawan itu. Saya duduk di trotoar itu ada tujuh ambulans turun, bener-bener saya hitung itu ada tujuh. Kemudian saya bilang ke temen saya, "Om, kok enggak ada yang belok ya." Temen saya jawab, "iya ya kok enggak ada yang belok." Baru saja temen saya mingkem itu dia dapat telepon.
Waktu itu yang saya dengar cuman, "tenan iki, wes pasti, wes pasti [benar ini, sudah pasti]’" Terus akhirnya kita turun ke Sardjito itu sekitar jam 23.00 WIB. Baru sampai itu, saya enggak tahu ditelepon sama wartawan siapa, ditunggu di forensik. Sudah mak deg itu hati saya. Yang masuk itu sopir sama sahabat saya, enggak lama kemudian keluar cuma bilang "kamu teteg [kuat hati] gak? Kalau gak teteg biar saya saja yang masuk."
Saya bilang "enggak, saya harus mastiin sendiri itu suami saya apa bukan." Saya melangkahi kantong mayat itu ada sembilan, saya buka ‘sreettt’ suamiku apa bukan ini, karena enggak kelihatan, berdebu. Rambutnya sudah hilang, telinganya berdarah, masih saya congkel-congkel itu. Itu saya punya bajunya 10 tahun yang lalu, belum saya buka. Ada di trash bag. Saya bawa ke mana-mana itu. Utuh itu, suami saya itu utuh, bagus. Orang kan salah persepsi dikiranya hancur. Akhirnya di bagian sepatu itu dibersihkan terus temennya saya nanya, "Ning ini sepatunya siapa?" Oh iya bener, sepatunya Wawan. Suamiku ini.
Saya enggak nangis, bukannya gimana, cuma enggak tahu ya, waktu itu saya enggak bisa nangis, kemudian dikeluarkan dompet ada fotonya anak-anak. Sudah itu saya keluar, diinterogasi ciri khusus dan sebagainya sampai pagi. Jam 05.00 WIB itu baru Mbah Maridjan dibawa turun. Jam 06.00 atau jam 07.00 WIB itu baru dimandikan. Saya ditanyai, "mau lihat apa enggak?" Saya bilang enggak mau. Saya cuma lihat dari kejauhan. Cuma badannya kan keras to karena dia posisi lagi mangap karena lagi telepon.
Itu saya dikasih rekamannya itu, dia bilang ‘panasss’ gitu terus 'lep' hilang. Dia mangap dan tangannya begini [membentuk siku seperti tangan saat sedang menelpon], terus dipatah. Waktu dimandikan, mungkin tegangannya tinggi jadi memang ngelupas semua. Begitu di peti sudah ditutupi kapas, itu pokoknya tubuhnya kan pakai [kaus] lengan pendek, yang tertutup itu bagus, yang terbuka itu melepuh.
Sekitar jam 09.00 WIB itu saya bawa pulang pakai ambulans dari Angkatan Udara, jadi cepet. Itu hari Rabu, terus dimakamkannya Kamis.
Berita Terkait
-
Gunung Merapi Kembali Terbakar, 30 Hektare Hutan Pinus Hangus: Titik Api Terus Bergerak ke Atas!
-
Sebut Pemantauan di Gunung Merapi Paling Lengkap, Pakar Bandingkan dengan di Daerah Pelosok
-
Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
-
5 Gunung Aktif di Indonesia Kompak Erupsi, PVMBG Keluarkan Zona Merah
-
Gunung Merapi Ungup-ungup Terbakar, Api Mendekati Jalur Kawah Ijen
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Penggerebekan MP Club, Polisi Periksa 8 Orang Terkait Peredaran Narkoba
-
Jarak Pandang Hanya 100 Meter, Penerbangan dari Pekanbaru Kembali Tertunda
-
Polres Dumai Serbu Kampung Dalam, Amankan 11 Orang Terkait Narkoba
-
Digerebek Polisi, MP Club Pekanbaru Diduga Jadi Sarang Peredaran Narkoba
-
Operasi Gabungan, 60 Tamu MP Club Pekanbaru Dinyatakan Positif Narkoba