SuaraRiau.id - Sebanyak 207 narapidana (napi) atau warga binaan dinyatakan positif Covid-19. Para napi tersebut kini menjalani perawatan dengan isolasi mandiri di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pekanbaru, Provinsi Riau.
Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Riau Ibnu Chuldun menyebutkan tempat isolasi terhadap ratusan warga binaan itu di Blok G menggunakan 16 kamar yang tiap kamar berisi 10 hingga 15 orang.
"Mereka yang terkonfirmasi positif (Covid-19) tanpa gejala menjalani isolasi mandiri di ruang isolasi lapas,” katanya kepada Antara di Pekanbaru, Selasa (3/11/2020).
Untuk meningkatkan imun warga binaan, pihak lapas juga memberikan multivitamin kepada seluruh warga binaan.
"Langkah selanjutnya, memisahkan dan menempatkan warga binaan yang nonpositif ke Blok B sampai dengan Blok F, serta menyemprotkan disinfektan ke seluruhan kamar hunian dan ruang kantor serta area pembinaan dan halaman," katanya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan pengawasan secara ketat terhadap protokol kesehatan dan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.
"Sampai dengan saat ini Lapas dalam keadaan kondusif," katanya.
Lanjut Ibnu, jumlah napi dan petugas lapas yang terinfeksi Covid-19 di fasilitas tersebut terus bertambah.
Awalnya diduga penularan terjadi dari petugas lapas, kemudian menyebar cepat karena jumlah warga binaan sudah melebihi kapasitas.
Katanya, kapastias hunian Lapas Kelas II A Pekanbaru, sejatinya hanya untuk 771 orang. Namun, kini dihuni sebanyak 1.501 warga binaan. Adapun jumlah petugas sebanyak 109 orang.
Penambahan jumlah kasus diketahui setelah pada tanggal 26-27 Oktober Lapas Kelas II A Pekanbaru dites swab massal kepada seluruh pegawai dan warga binaan.
Totalnya kini ada 207 napi yang positif Covid-19, sedangkan pegawai yang terinfeksi ada lima orang.
"Lima orang pegawai Lapas Kelas I IA Pekanbaru saat ini sedang melakukan isolasi mandiri. Sebelumnya, empat pegawai telah melakukan isolasi memasuki hari ke-14," katanya.
Ia memerintahkan kepada seluruh pegawai dan warga binaan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Lapas juga sudah menambah tempat cuci tangan, baik di area depan lapas maupun area di dalam lapas dan blok hunian.
Berita Terkait
-
Kasus ISPA Melonjak Akibat Karhutla, Bagaimana Pemerintah Seharusnya Bersikap?
-
Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah
-
Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat
-
Update Karhutla Riau: Siak Tuntas, Kerumutan 4 Hari Tanpa Titik Api
-
Aktor Utama di Luar Negeri, Bareskrim Endus Pola Canggih Penyelundupan Narkoba Jalur Laut
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
BMKG Wanti-wanti Warga Riau, Habis Karhutla 'Terbitlah' Cuaca Ekstrem
-
Bapak-bapak Bejat di Bengkalis Rudapaksa Anak Kandung
-
Pestapora 2026 Makin Seru, Bayar Lebih Ringan dengan Cicilan 0% BRI
-
Banjir Bandang Solok, Akses Jalan Mulai Bisa Dilalui Kendaraan
-
Siswa Pekanbaru Mulai Belajar di Sekolah, Wali Kota: Jika Sesak Napas Jangan Dipaksakan