Scroll untuk membaca artikel
Eko Faizin
Selasa, 06 Oktober 2020 | 08:38 WIB
Subhan Zain, seorang penggali makam di Pekanbaru. [Dok. Riauonline]

Dalam bekerja, ia menggunakan hazmat sekali pakai sebagai pengaman standar, ini membuat kesulitan sendiri sebab gerah dan berat.

"Pakaian pengamannya berat dan panas, kalau malam saja seperti mandi keringat," jelasnya.

Tantangan lain yang sering dihadapi oleh tim penggali makam adalah keluarga yang tidak terima dengan protokol pemakaman lain.

"Banyak keluarga yang sering tidak terima bahkan ada yang mencoba mendekat. Ada yang memaksa mengazankan di liang lahat. Sebisa mungkin kami tetap ingatkan untuk kebaikan mereka semua," lanjutnya.

Atas segala tantangan ini, ternyata hak-hak ekonomi mereka belum dipenuhi sepenuhnya, instentif Covid-19 sempat dijanjikan belum pernah cair.

"Sebetulnya membicarakan insentif ini agak sulit ya, sudah 6 bulan lebih, tapi Alhamdulillah belum pernah cair," ujarnya.

Ia berharap agar pandemi corona ini lekas selesai agar ia bisa kembali ke pekerjaan lama.

"Masyarakat sering beranggapan bahwa kami semakin mendapat untung setiap ada korban meninggal akibat Covid. Padahal tidak, Kami hanya menjalankan tugas. Jujur saja, kami ingin pandemi ini lekas selesai," katanya.

ia ingin masyarakat dapat lebih dewasa dan sadar akan kewajiban menjaga diri dari Covid-19.

"Kita ikuti protokol kesehatan, pakai masker, kurangilah minum kopi, ke mall, kita yang harus menjaga diri kita sendiri. Kalau kita sampai terkena Covid semua pasti kesulitan," pesan Subhan.

Load More