SuaraRiau.id - Berkebun memanfaatkan lahan pekarangan di rumah, akhir-akhir ini dilakukan kalangan masyarakat. Termasuk masyarakat yang tinggal di perkotaan.
Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, selain untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Manfaatnya juga bisa memenuhi sumber makanannya sendiri.
Muhammad Faisal lewat akun Instagram-nya @ketemufaisal kini lebih sering mengunggah tanaman di kebun rumahnya.
Penulis buku Generasi Kembali ke Akar ini mengaku memulai berkebun di lahan rumah sejak April 2020 lalu.
Ia berkebun mulai dari nol, cara bercocok tanam di lahan halaman rumahnya di kawasan Kebayoran Jakarta Selatan.
Dijelaskanya, ia berkebun bukan karena hobi atau sekedar mengikuti tren melainkan karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Menghemat belanja di tengah pandemi sekarang," kata doktor muda tersebut.
Ia belajar dari internet, dan bertanya pada pakar atau komunitas pertanian secara daring, serta berkunjung langsung ke kebun orang lain.
Faisal memanfaatkan barang-barang bekas untuk wadah media tanamnya, sementara beberapa pupuk organik juga dibuat sendiri, termasuk membuat biopori.
Berikut tips yang dibagikan Faisal ala kebun gerilya:
Baca Juga: Berkebun di Rumah, Cara Berhemat Belanja di Tengah Pandemi
1. Pelajari kondisi tanah terlebih dahulu. Jangan langsung tanam.
2. Ketika sudah tahu tanah tidak subur bisa langsung dikasih perawatan misal pupuk.
3. Pelajari hal-hal lain seperti hama, kondisi air dan terik matahari kota.
4. Terus mencoba, jangan patah semangat ketika gagal menanam.
Faisal hingga saat ini masih terus belajar merawat kebunnya. Meskipun lokasi berkebunnya sudah bertambah.
Berita Terkait
-
5 Langkah Mudah Menanam Bunga Telang untuk Pemula: Hanya 2 Bulan Bisa Panen!
-
Rahasia Berkebun di Tengah Kota, Belajar dari Tani Kota Sejati-58 Kebagusan
-
Berkebun di Kota Kini Lebih Hemat, Panel Surya Jadi Solusi untuk Urban Farming
-
Fleksibel Atur Strategi Toko Ekspor, Penjualan Seller Ini Naik 2,5 Kali Lipat Lewat Ekspor FLEXI
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
-
Pamer Tuak di Pacu Jalur, TikToker asal Sumut Akhirnya Minta Maaf
-
Pemadaman Karhutla di Pelalawan Terhambat Angin Kencang dan Asap Pekat
-
3 Oknum Polsek Rupat Utara Terbukti Bersalah Diminta Pindah ke Luar Riau
-
Pekanbaru Masih Dikepung Kabut Asap Kiriman Pelalawan